TEHERAN, KOMPAS.TV - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan pihaknya tetap akan mencari keadilan atas kasus-kasus kejahatan perang yang diduga terjadi di negaranya. Baghaei menyebut Teheran bertekad menuntaskan kasus kendati Iran dan Amerika Serikat (AS) telah berdamai usai menandatangani nota kesepahaman (MoU).
Baghaei menyatakan Iran akan menempuh setiap mekanisme internasional yang berlaku untuk mengusut dugaan kejahatan selama perang AS-Israel di Iran.
"Kami tidak akan melewatkan setiap kesempatan untuk mendokumentasikan, mengejar, dan menjelaskan kejahatan terhadap bangsa Iran," kata Baghaei dikutip PressTV, Rabu (17/6/2026).
"Kami akan menggunakan setiap mekanisme, institusi, dan kesempatan internasional yang ada untuk mengamankan hak-hak kami. Ini semua di luar MoU (AS-Iran)."
Baca Juga: Usai Tandatangani MoU, Trump Ancam Bombardir Iran jika Melanggar Kesepakatan
Selema perang AS-Israel di Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 lalu, Teheran menuduh musuhnya menyerang warga dan infrastruktur sipil. Salah satu dugaan kejahatan perang AS-Israel adalah pengeboman sekolah dasar di Minab, Iran, yang menewaskan lebih dari 150 orang.
Lebih lanjut, Esmaeil Baghaei menekankan Iran tidak akan ragu bertindak jika AS gagal mematuhi ketentuan MoU.
Baghaei menyatakan pemerintah Iran akan memantau pelaksanaan MoU "tanpa kelonggaran" dan hanya melaksanakan komitmen jika AS juga menunjukkan kepatuhan.
"Jika Amerika gagal mengimplementasikan komitmennya, kami juga tidak akan melaksanakan. Tidak bisa jika hanya kami yang memenuhi komitmen sedangkan pihak lain kabur dari tanggung jawab," kata Baghaei.
Baca Juga: Trump Mengaku Kecewa dengan Netanyahu: Tanpa Saya, Israel Tidak Akan Ada
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- iran
- mou as iran
- iran buru kasus kejahatan perang
- kejahatan perang
- perang iran





