JAKARTA, KOMPAS.TV - Harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar tradisional kembali bergerak naik pada 18 Juni 2026. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting yang melesat lebih dari 30 persen, disusul cabai rawit merah dan sejumlah jenis beras yang mengalami lonjakan dua digit.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), mayoritas bahan pokok mengalami kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas seperti cabai merah besar, cabai rawit hijau, dan minyak goreng kemasan bermerek 2 justru mencatat penurunan.
Lonjakan harga ini menjadi perhatian karena terjadi pada sejumlah kebutuhan utama rumah tangga, mulai dari beras, cabai, gula, minyak goreng, hingga protein hewani.
Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Jadi Pemicu Kenaikan Tertinggi
Komoditas cabai menjadi kelompok pangan dengan pergerakan harga paling agresif.
Baca Juga: Eksekusi Lahan Hotel Sultan Dilakukan Hari Ini, Polisi Terjunkan 3.161 Personel
Berikut rinciannya:
- Cabai merah keriting naik 30,76 persen atau Rp17.550 menjadi Rp74.600 per kilogram.
- Cabai rawit merah naik 21,99 persen atau Rp16.550 menjadi Rp91.800 per kilogram.
- Cabai merah besar turun 7,99 persen atau Rp4.950 menjadi Rp57.000 per kilogram.
- Cabai rawit hijau turun 10,41 persen atau Rp5.650 menjadi Rp48.600 per kilogram.
Kenaikan cabai merah keriting dan cabai rawit merah membuat kedua komoditas tersebut menjadi penyumbang inflasi pangan terbesar pada hari ini.
Harga Beras Melonjak, Beras Kualitas Bawah Tembus Kenaikan 15 Persen
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- harga pangan
- bahan pokok
- cabai merah
- beras nasional
- harga beras
- minyak goreng





