Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).
Gibran menegaskan bahwa pemerintah terus memperbaiki tata kelola MBG dan Kopdes, serta memastikan kedua program tersebut terbebas dari praktik korupsi.
Ardianto menilai pernyataan Gibran itu bukan sekadar komitmen, melainkan strategi politik yang ia ibaratkan sebagai permainan catur: membuka pertahanan lalu melancarkan serangan.
"1) Menyebut MBG dan Kopdes secara terang-terangan. 2) MBG program andalan pertama Presiden, kena kasus korupsi. 3) Kopdes program andalan kedua Presiden, manajemenenya gak jelas. 4) Dia bilang "harus bebas dari korupsi". Udah mulai membuka pertahanan dan mau melancarkan serangan ini main caturnya," tulis Ardianto di akun X pribadinya, dikutip Kamis (18/6).
Baca Juga: Diserang Mahasiswa, Gibran Tak Goyah: MBG dan Kopdes Merah Putih akan Dibenahi
Sebelumnya, Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki tata kelola program MBG dan Kopdes Merah Putih. Ia memastikan setiap rupiah yang dikucurkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan terbebas dari korupsi.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi. Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik, dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi," kata Gibran di Pangkalan Udara TNI Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (18/6/2026).





