Pemerintah tengah mempersiapkan skema pemberian stimulus ekonomi baru bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Bantuan tersebut dipastikan akan disalurkan dalam bentuk non-tunai kepada para penerima manfaat.
Sasaran utama program bantuan ini difokuskan kepada kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil empat ke bawah. Kelompok rentan miskin tersebut tercatat memiliki rentang pengeluaran bulanan sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2,5 juta.
"Stimulus yang kita siapkan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Ini sedang dipersiapkan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Wisma Danantara, Jakarta.
Skema non-tunai sengaja dipilih karena bantuan langsung tunai hanya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat paling miskin. Kebijakan ini diambil guna memastikan diferensiasi klaster penerima bantuan sosial berjalan secara tepat.
"Kalau BLT bukan yang di menengah, tetapi yang di bawah," ucap Airlangga Hartarto menjelaskan perbedaan target sasaran.
Pemerintah juga menyiapkan stimulus lain bagi kelas menengah yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax. Program peningkatan kapasitas berupa pemagangan kerja kembali didorong mulai bulan Juni ini.
Baca Juga: Kriteria Penerima BLT Kesra Rp900.000 Tahun 2026 dan Cara Cek Statusnya
Langkah ini menjadi instrumen bantalan ekonomi baru setelah program bantuan langsung tunai era sebelumnya tidak lagi berjalan. Program jaminan kesejahteraan rakyat bentukan Presiden Prabowo Subianto dipastikan resmi berakhir tahun ini.
Pihak kementerian kini sedang mematangkan regulasi teknis pelaksanaan agar penyaluran stimulus non-tunai segera terealisasi. Efektivitas program magang juga terus dipantau demi menjaga daya beli masyarakat produktif.





