Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Indra (68) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mulai membusuk di rumahnya di Perumahan Taman Banten Lestari (TBL), Kelurahan Trondol, Kecamatan Serang, Kota Serang, Rabu (17/6) sekitar pukul 09.00 WIB.
Salah seorang warga setempat, Inara, mengatakan bahwa dalam dua hari terakhir warga mencium bau tidak sedap yang berasal dari rumah korban. Awalnya, warga mengira bau tersebut berasal dari bangkai tikus.
Namun, karena aromanya semakin menyengat, warga kemudian memeriksa ke dalam rumah dan menemukan korban sudah terbujur kaku dengan kondisi tubuh mulai menghitam.
"Aslinya dari Bekasi. Di sini sudah 5 tahun, tinggal bersama istrinya. Korban jarang berinteraksi dan cenderung tertutup," kata Inara.
Menurut Inara, korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes dan komplikasi. Bahkan, sebelumnya korban sempat mengalami muntah darah dan sudah lama tidak terlihat beraktivitas di luar rumah.
"Beliau memang sudah sakit, diabetes dan komplikasi. Almarhum juga pernah muntah darah. Sudah hampir dua bulan tidak terlihat beraktivitas di luar rumah," ungkapnya.
Penjelasan PolisiKanit Reskrim Polsek Serang Ipda Nuryanto mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan warga.
"Hasil pemeriksaan, korban diperkirakan sudah meninggal 2 sampai 3 hari sebelum ditemukan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujar Nuryanto.
Nuryanto menjelaskan, selama ini korban hanya tinggal berdua bersama istrinya. Namun, kondisi sang istri yang diketahui mengalami depresi membuat kematian korban tidak segera diketahui warga maupun keluarga.
"Istrinya, berdasarkan informasi dari keluarga, mengalami depresi. Istrinya mengira suaminya hanya sedang tidur," katanya.
Proses evakuasi jasad korban sempat mengalami kendala karena sang istri menolak jasad korban dibawa oleh petugas. Namun, sejumlah warga dan pihak keluarga berhasil menenangkan sang istri sehingga evakuasi dapat dilakukan.
"Istri korban menunjukkan penolakan saat proses evakuasi. Namun pihak keluarga bersama warga ikut membujuk sehingga petugas dapat mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten," tandas Nuryanto.





