Pelalawan, Riau (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat membangun sekat kanal di Desa Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, sebagai langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"(Pembangunan sekat kanal) ini menunjukkan bahwa gerakan bersama untuk menggenangi air dan membuat bendungan untuk membatasi air, itu bagian agar karhutla dapat ditangani," kata Menteri LH Jumhur Hidayat di Pelalawan saat turut membangun kanal bersama warga pada Kamis.
Jumhur menegaskan di berbagai wilayah Tanah Air, memiliki tahan gambut itu fakta, karena jika lahan gambut terus disinari matahari, maka dia berpotensi menjadi panas dan bisa terbakar.
"Bencana lahan terbakar pada dasarnya bencana alami, tetapi kita terus memastikan ada air yang terus menggenangi," ujar dia.
Baca juga: Manggala Agni: Luas karhutla di Riau Januari-Mei capai 15.318 hektare
Pada kesempatan tersebut Menteri LH juga menyempatkan menanam pohon di sekitar aliran kanal sebagai bagian dari pertobatan ekologis.
"Menanam pohon ini menjadi bagian dari pertobatan ekologis sebagai upaya kita untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan agar warga bisa saling hidup berdampingan," paparnya.
Dalam kunjungannya Menteri LH Jumhur didampingi oleh Bupati Pelalawan Zukri Misran, Kapolda Riau Herry Heryawan, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau;, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Upaya kolaboratif dibutuhkan untuk menjaga bersama lingkungan warga agar terhindar dari karhutla dan kekeringan.
Baca juga: Riau kembali dapat tambahan dua helikopter "water bombing" dari BNPB
Penerapan tata kelola air atau water management di daerah gambut menjadi perhatian pemerintah sebagai upaya untuk mencegah karhutla sekaligus menggerakkan perekonomian warga setempat.
Bupati Pelalawan Zukri menegaskan kontribusi warga juga diperlukan guna mengatasi karhutla melalui pembangunan sekat kanal ini.
"Kita tidak boleh hanya mengandalkan pemerintah, mari bekerja sama untuk saling menjaga sekat kanal ini, apa yang ada untuk kesejahteraan warga bersama," tuturnya.
Baca juga: Manggala Agni Jambi-Sumut dikerahkan bantu pemadaman karhutla di Riau
"(Pembangunan sekat kanal) ini menunjukkan bahwa gerakan bersama untuk menggenangi air dan membuat bendungan untuk membatasi air, itu bagian agar karhutla dapat ditangani," kata Menteri LH Jumhur Hidayat di Pelalawan saat turut membangun kanal bersama warga pada Kamis.
Jumhur menegaskan di berbagai wilayah Tanah Air, memiliki tahan gambut itu fakta, karena jika lahan gambut terus disinari matahari, maka dia berpotensi menjadi panas dan bisa terbakar.
"Bencana lahan terbakar pada dasarnya bencana alami, tetapi kita terus memastikan ada air yang terus menggenangi," ujar dia.
Baca juga: Manggala Agni: Luas karhutla di Riau Januari-Mei capai 15.318 hektare
Pada kesempatan tersebut Menteri LH juga menyempatkan menanam pohon di sekitar aliran kanal sebagai bagian dari pertobatan ekologis.
"Menanam pohon ini menjadi bagian dari pertobatan ekologis sebagai upaya kita untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan agar warga bisa saling hidup berdampingan," paparnya.
Dalam kunjungannya Menteri LH Jumhur didampingi oleh Bupati Pelalawan Zukri Misran, Kapolda Riau Herry Heryawan, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau;, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Upaya kolaboratif dibutuhkan untuk menjaga bersama lingkungan warga agar terhindar dari karhutla dan kekeringan.
Baca juga: Riau kembali dapat tambahan dua helikopter "water bombing" dari BNPB
Penerapan tata kelola air atau water management di daerah gambut menjadi perhatian pemerintah sebagai upaya untuk mencegah karhutla sekaligus menggerakkan perekonomian warga setempat.
Bupati Pelalawan Zukri menegaskan kontribusi warga juga diperlukan guna mengatasi karhutla melalui pembangunan sekat kanal ini.
"Kita tidak boleh hanya mengandalkan pemerintah, mari bekerja sama untuk saling menjaga sekat kanal ini, apa yang ada untuk kesejahteraan warga bersama," tuturnya.
Baca juga: Manggala Agni Jambi-Sumut dikerahkan bantu pemadaman karhutla di Riau





