Wamen Fauzan Dorong Kolaborasi Kampus untuk Percepat Transformasi Pendidikan Tinggi

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong kolaborasi multipihak antarperguruan tinggi guna mempercepat transformasi pendidikan tinggi dan meningkatkan kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.

Konsorsium Dinilai Jadi Kunci Perubahan Pendidikan Tinggi

Fauzan menegaskan transformasi pendidikan tinggi tidak dapat dilakukan dengan cara kerja yang biasa dan membutuhkan pendekatan kolaboratif yang terstruktur.

"Supaya bisa bersinar maka harus berubah. Bangsa ini sudah lama menjalankan pendidikan dengan cara yang biasa-biasa saja, padahal harus ada value yang bisa kita jual," kata Fauzan.

Ia mengapresiasi pembentukan Konsorsium Pendidikan Bali yang melibatkan berbagai perguruan tinggi sebagai wadah kolaborasi strategis dalam mengintegrasikan Tridarma Perguruan Tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Menurut Fauzan, konsorsium tersebut dapat mendorong pengembangan solusi berbasis bukti, memperkuat mentoring antarperguruan tinggi, serta meningkatkan implementasi kolaborasi pentahelix.

"Pentingnya konsorsium ini adalah melahirkan value yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pemerintah daerah. Karena itu kehadiran perguruan tinggi di manapun berada harus mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah," ujarnya.

Kampus Diminta Tinggalkan Pola Kerja Sendiri-Sendiri

Fauzan menilai perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional dan daerah.

"Selama ini perguruan tinggi memiliki komoditas riset yang luar biasa, tetapi masih berjalan sendiri-sendiri. Padahal jika dilakukan bersama-sama, akan memberikan radius dampak yang jauh lebih luas," ungkapnya.

Ia mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia memperkuat kerja sama melalui konsorsium tematik yang diwujudkan dalam program nyata seperti riset kolaboratif lintas kampus, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik berbasis isu daerah, hilirisasi inovasi, dan program mentoring antarkampus.

Sementara itu, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha I Wayan Lasmawan menilai masih terdapat fragmentasi antarperguruan tinggi yang membuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap penyelesaian persoalan daerah belum optimal.

"Saya berharap melalui konsorsium ini akan terbangun kolaborasi tanpa batas. Harapannya, konsorsium ini nantinya memberikan warna dan memperindah lanskap pendidikan di Indonesia melalui pemecahan masalah tanpa batas. Mari kita mulai bekerja nyata dalam kebersamaan yang terus bertumbuh," kata Lasmawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gen Z-Milenial Makin Agresif Beli Rumah, Kuasai 95,3 persen Debitur KPR BTN
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
10 Parpol di Jatim Berhak Terima Hibah Rp165 Miliar, Ini Rinciannya
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2, Ini Spesifikasinya
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Ben Shelton dan Taylor Fritz Jaga Tren Positif dengan Melaju ke Babak Kedua Halle Open 2026
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Harga Nikel-Timah Naik, CPO Stagnan, Batu Bara Turun Tipis
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.