JAKARTA, KOMPAS.com - Massa aksi perempuan dan emak-emak yang berjalan kaki ke Istana Negara sempat dialihkan melewati Jalan Kebon Sayur sampai ke Jalan Teluk Betung II, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Saat itu mereka mulanya melewati Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Namun, polisi mengarahkan mereka berbelok ke kiri dengan alasan dikhawatirkan mengganggu lalu lintas.
Baca juga: Bawa Ompreng, Emak-emak Demo di Trotoar Dukuh Atas dan Long March ke Istana
“Jadi nanti keluarnya lewat Sarinah kita lewat belakang, ngehindarin HI aja dulu,” kata seorang polisi wanita di lokasi.
Di jalan ini, massa aksi bertemu banyak warga-warga yang berdagang di depan rumah.
“Harga sekarang serba mahal, betul ibu-ibu?” teriak massa aksi.
“Betul!” jawab warga yang menyaksikan massa aksi melintas.
Long march menuju Istana Negara ini menarik atensi masyarakat. Warga mengacungkan ponsel untuk mendukung massa aksi.
“Semangat!” teriak salah seorang warga sambil mengepalkan tangannya ke atas.
Sesampainya di dekat dua pintu Grand Indonesia, massa aksi diarahkan untuk melewati belakang mal tersebut.
Baca juga: Eksekusi Hotel Sultan Ricuh: 69 Orang Ditangkap, 27 Aparat TNI Polri Terluka
Namun, massa aksi mengaku muak karena merasa dipermainkan polisi. Mereka pun berusaha mendobrak barikade polisi yang mengadang mereka menuju Bundaran HI.
Saat mereka berdebat dengan Direktur Reserse PPA PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari, seorang pria datang memanggil mereka agar mengambil arah kanan menuju Bundaran HI.
Massa langsung keluar dari batas barisan. Mereka lari menuju Bundaran HI lalu melanjutkan Istana Negara.
Mereka berhenti dua kali di depan Halte Bundaran HI dan Gedung Jaya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang