JAKARTA, KOMPAS.com - Massa aksi emak-emak dan perempuan yang long march ke Istana Negara kembali diadang di persimpangan Kebon Sirih-MH Thamrin, Jakarta Pusat Kamis (18/6/2026).
Saat mereka sampai di depan kantor Kementerian Haji dan Umrah, personel Samapta, Sabhara, dan Lantas berbaris memenuhi jalan ke arah Patung Kuda.
Massa pun protes saat tiba di depan barikade polisi.
Baca juga: Dilarang Lewat Bundaran HI, Massa Emak-emak Coba Dobrak Barikade Polwan
Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari yang ikut mengawal long march menjelaskan bahwa mereka harus diarahkan jalan berbelok kanan ke Jalan Kebon Sirih.
“Lebih dekat lewat sini, tolong dikondisikan ya kita belok kanan,” kata Rita kepada perwakilan massa aksi.
Namun mereka menolak. Menurut massa aksi, lebih dekat untuk sampai ke Patung Kuda dengan berjalan lurus di Jalan MH Thamrin.
“Lho ini kalau enggak ditutup juga dekat Bu. Kita bikin barisan sedikit juga enggak apa-apa, enggak akan ricuh,” kata peserta aksi.
Tapi polisi tak bergerak. Begitu pula massa aksi.
Baca juga: Massa Aksi Emak-emak Diblokade di Thamrin Saat Long March ke Istana
Suara klakson dari berbagai arah terdengar karena lalu lintas Jalan Thamrin macet.
Peserta aksi meminta polisi tidak mengadangnya agar lalu lintas lancar.
“Polisi bikin macet! Makanya buka jalannya pak!” teriak peserta aksi.
Akhirnya massa aksi pun duduk melingkar di jalan. Mereka berorasi, lalu membentangkan kain putih di tengah.
Protes-protes mereka dituliskan dengan spidol hitam dan merah.
Beberapa orang menaburkan bunga yang sebelumnya diberikan oleh relawan.
“Perempuan butuh obat gratis, bukan MBG,” tulis seorang perempuan di tengah kain itu.