Ekonom Bongkar Alasan Harga BBM Pertamax Tidak Turun Meski Minyak Dunia Sedang Anjlok, Ada Banyak Faktor

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Penurunan harga minyak dunia pasca tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat memicu pertanyaan publik mengenai kemungkinan turunnya harga BBM nonsubsidi di Indonesia.

Namun, sejumlah ekonom menegaskan bahwa harga BBM di SPBU tidak ditentukan semata-mata oleh pergerakan harga minyak mentah global, sehingga penyesuaian harga Pertamax tidak bisa dilakukan secara instan.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, harga BBM yang dibayar masyarakat merupakan hasil perhitungan berbagai komponen biaya yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar harga minyak dunia.

“Harga BBM di Indonesia tidak selalu mengikuti harga minyak dunia secara langsung, karena harga yang dibayar masyarakat di SPBU bukan hanya ditentukan oleh harga minyak mentah semata, melainkan merupakan hasil gabungan dari harga produk BBM jadi di pasar kawasan, nilai tukar rupiah, biaya pengadaan, penyimpanan, distribusi, margin badan usaha, serta pajak,” kata Josua saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, seluruh komponen tersebut dihitung berdasarkan rata-rata periode tertentu, bukan mengacu pada harga harian minyak dunia. Karena itu, ketika harga minyak turun, dampaknya terhadap harga BBM domestik tidak serta-merta langsung terlihat.

Josua menambahkan, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, pemerintah lebih mempertimbangkan aspek daya beli masyarakat dan kemampuan fiskal negara.

Dalam kondisi harga minyak dunia menurun, ruang fiskal yang tercipta lebih mungkin digunakan untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi terlebih dahulu.

“Bukan langsung diteruskan sebagai penurunan harga di SPBU. Sementara untuk BBM nonsubsidi, penyesuaian lebih mengikuti mekanisme pasar, tetapi tetap tidak bergerak harian karena memakai formula resmi dan pengawasan pemerintah; oleh karena itu, persoalan yang sesungguhnya bukan apakah harga BBM harus turun, melainkan seberapa transparan pemerintah dalam mengkomunikasikan komponen-komponen perhitungan harga tersebut kepada publik agar tidak mudah dipolitisasi,” ucapnya.

Berdasarkan perhitungan Bank Permata, harga keekonomian Pertamax saat ini justru masih berada di atas harga jual yang berlaku. Josua memperkirakan harga keekonomian Pertamax berada di kisaran Rp16.500 per liter, sedangkan harga jual saat ini sebesar Rp16.250 per liter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PPIH Ingatkan Jamaah Haji Jalani Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pascatragedi Siswi SMAN 6 Jakarta, PLN Copot Kabel Menjuntai di Jalan Lauser
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Gelar RUPST, Paradise Indonesia Finalisasi Dividen Interim dan Rombak Jajaran Direksi
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
KPK dalami pemberian uang dari PT CMC untuk Fikri Thobari
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Purbaya Raih Komitmen Pendanaan dari China, AIIB Kucurkan Rp 303 T
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.