Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian merespons Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari yang sempat menyebut anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengambil porsi dana pendidikan dan kesehatan. Lalu mengingatkan agar MBG tidak mengganggu anggaran untuk kebutuhan dasar pendidikan.
Lalu mulanya membenarkan bahwa MBG masih akan mengambil porsi anggaran pendidikan. Namun, dia mengatakan MBG tetap termasuk program yang penting.
"Jadi prinsipnya memang hari ini masih diambil dari anggaran pendidikan dan kesehatan, menurut penjelasan dari Waka BGN (Badan Gizi Nasional). Tapi kami tetap menegaskan bahwa MBG (Makan Bergizi Gratis) itu sebenarnya penting," kata Lalu kepada wartawan di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Meskipun penting, Lalu tetap mengingatkan agar MBG dikelola dengan baik. Dia juga mengusulkan agar daerah-daerah 3T jadi prioritas BGN.
"Lagi-lagi kami mengingatkan agar tata kelola dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Bahwa hari ini di daerah-daerah 3T banyak yang belum menerima, ya tentu kami mengarahkan agar 3T menjadi prioritas utama," ucap dia.
Lalu sesungguhnya tidak mempersoalkan anggaran pendidikan dipakai untuk MBG. Hanya, dia berharap tidak ada kebutuhan dasar pendidikan yang terganggu.
"Walaupun misalnya postur anggarannya ada di anggaran pendidikan, kami berharap kebutuhan-kebutuhan dasar pendidikan lainnya tidak terganggu oleh anggaran tersebut," ujar dia.
Ia juga menyambut baik efisiensi pelaksanaan MBG oleh pemerintah. Dia juga berharap MBG tetap dibutuhkan siswa-siswi.
"MBG perlu diingat juga bahwa MBG sangat dibutuhkan oleh siswa-siswi kita, dalam tanda kutip tadi, dengan tata kelola yang baik dan benar. Tidak boleh ada lagi makanan basi, tidak boleh ada lagi apa makanan yang tidak layak konsumsi, sehingga anak-anak kita betul-betul terpenuhi kebutuhan gizinya," ujar dia.
Seperti diketahui, Agustina Arumsari sempat bicara terkait anggaran MBG di 2027. Ia mengatakan MBG masih akan memakai anggaran pendidikan dan kesehatan.
"Sekarang pendidikan dan kesehatan, masih itu pendidikan dan kesehatan ya," kata dia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Selanjutnya, Arumsari mengatakan MBG di 2027 akan mendapat pagu anggaran Rp 270 triliun.
"Jadi tadi sebenarnya saya menyampaikan bahwa menurut, itu proses yang biasa ya. Menurut surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas untuk 2027, sebenarnya kami mendapat alokasi pagu itu Rp 270.201.499.678.000 (Rp 270 triliun) itu untuk penerima manfaat 81,5 juta. Itu 2027," kata Arumsari.
(maa/knv)




