Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengakui bahwa Program Magang Nasional untuk lulusan baru alias fresh graduate masih belum merata, lantaran lokasi pelaksanaan yang masih terpusat di Pulau Jawa khususnya DKI Jakarta.
Menurutnya, hal ini menjadi evaluasi yang hendak dibenahi dalam pelaksanaan program magang nasional yang akan berlanjut untuk angkatan kedua pada tahun ini.
“Sebaran peserta magang pada angkatan satu masih banyak di Pulau Jawa, dan lebih spesifik lagi di Jakarta,” katanya dalam konferensi pers penutupan Program Magang Nasional Batch 3 2025 di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Yassierli memaparkan, hal ini salah satunya dipicu oleh besaran uang saku peserta magang setara upah minimum provinsi (UMP) di DKI Jakarta, yang lebih besar dibandingkan dengan daerah lainnya.
Banyak peserta magang disebutnya juga ingin merasakan pengalaman bekerja di Ibu Kota. Hal ini juga selaras dengan perusahaan penyedia magang yang banyak berpusat di Jakarta.
Oleh karena itu, Yassierli menginginkan agar sebaran peserta magang nasional tahun depan dapat lebih merata. Kemnaker tengah menggodok agar distribusi peserta magang nantinya dapat berdasarkan masing-masing wilayah atau provinsi
Baca Juga
- Setumpuk Pekerjaan Rumah Program Magang Nasional yang Perlu Diselesaikan
- Kabar Baik! Program Magang Nasional Dibuka Lagi Juli 2026, Kuota 150.000
- Pemerintah Siapkan Penambahan Kuota Program Magang Nasional
Selain itu, dia juga menyinggung tantangan sebaran program studi masing-masing peserta magang. Dia ingin program ini lebih aksesibel bagi semua latar belakang, tak terkecuali difabel.
“Walaupun masih dalam jumlah yang terbatas, kita ingin kesempatan itu juga dimiliki oleh adik-adik lulusan perguruan tinggi dari difabel,” tuturnya.
Terkait pelaksanaan 3 gelombang Program Magang Nasional 2025 yang telah rampung, Yassierli menyampaikan bahwa saat ini pemerintah terus memonitor dan mengevaluasi sekitar 100.000 lulusan yang ada.
Langkah ini mencakup penelusuran (tracer) terhadap serapan kerja alumnus program sesudah 3 bulan dan sesudah 6 bulan mereka melaksanakan magang.
“Kita evaluasi dulu dari hasil survei, ini masih kita olah datanya dan kita akan terus memonitor nanti terkait dengan serapan mereka di industri,” tutur Yassierli.





