Bank Indonesia (BI) terus mendorong peningkatan pembiayaan perbankan ke sektor prioritas salah satunya dengan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Per pekan pertama Juni, jumlah dana yang dikucurkan BI sudah mencapai Rp 418,1 triliun.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan kucuran tersebut sudah diberikan baik untuk bank Himbara sampai bank swasta.
“Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp 209,6 triliun, BUSN sebesar Rp 169,9 triliun, BPD sebesar Rp 30,8 triliun, dan KCBA sebesar Rp 7,8 triliun,” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada Kamis (18/6).
Adapun dari Rp 418,1 triliun tersebut, sebanyak Rp 355,6 triliun dialokasikan pada lending channel sementara Rp 62,5 triliun sisanya dialokasikan untuk interest rate channel. Sedangkan untuk sektor, KLM itu sudah disalurkan ke berbagai sektor mulai dari pertanian, industri, hilirisasi, ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan, UMKM sampai koperasi dan sektor inklusi berkelanjutan.
“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), KLM, dan Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) untuk terus mendukung penyaluran kredit/pembiayaan perbankan,” ujarnya.
Perry juga berkomitmen bahwa KLM akan terus diperkuat dengan memberikan insentif bagi bank yang meningkatkan pembiayaan non kredit dan pendanaan non-DPK, serta bagi bank yang menetapkan suku bunga kredit atau pembiayaan yang sejalan dengan kebijakan BI.





