Sebanyak kurang lebih 4.000 calon jemaah umrah harus menelan pil pahit usai menjadi korban dugaan penipuan agen travel Hanania Group. Tak tanggung-tanggung, total kerugian dana jemaah yang diduga digelapkan ditaksir mencapai angka fantastis, yakni Rp120 miliar.
Joko Setyo Pramuji, salah satu perwakilan korban, membeberkan bahwa para jemaah awalnya sama sekali tidak menaruh curiga. Mereka tergiur mendaftar setelah melihat promosi masif dari para influencer di media sosial. Terlebih, Hanania Group sempat menunjukkan rekam jejak yang baik dengan memberangkatkan jemaah kloter sebelumnya tanpa masalah.
"Rekomendasi jemaah yang sudah berangkat itu clear, servisnya bagus. Admin juga terus menyakinkan kami bahwa jadwal bulan Juni-Juli aman tanpa kendala, sehingga kami rela melakukan pelunasan di bulan Mei," ungkap Joko dalam program Hotroom, Metro TV, Rabu 17 Juni 2026.
Baca Juga :
Umrah Gagal Ulah Travel NakalBahkan, solusi yang ditawarkan oleh pihak travel dinilai sangat tidak masuk akal. Para korban hanya diberikan dua pilihan: menunda jadwal (reschedule) selama 6 bulan, atau menunggu pengembalian dana (refund) cair dalam waktu 2 tahun ke depan. Merasa dipermainkan, para jemaah langsung melaporkan kasus ini ke Polda yang berujung pada penahanan sang bos travel.
Bagaimana skema perputaran uang Rp120 miliar ini bisa lenyap begitu saja? Mengapa celah penipuan travel umrah ini seolah tak pernah bisa ditutup? Saksikan selengkapnya bersama Hotman Paris dalam Hotroom episode "Umrah Gagal Ulah Travel Nakal".




