jpnn.com - JAKARTA – Sekelompok massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan menggelar aksi demo hari ini Kamis 18 Juni 2026 di Kawasan Monas, Jakarta.
Jumlah massa dalam aksi damai yang berlangsung pada pukul 13.36 WIB itu sekitar 10.000 orang.
BACA JUGA: Nasib Motor Listrik MBG, Gudang Disegel Kejagung
Massa merupakan perwakilan dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta berbagai daerah, yang terdiri dari elemen pemuda, emak-emak, hingga para pekerja yang terlibat di dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BACA JUGA: Program MBG Disebut Terindikasi Melanggar HAM, Sugiat Santoso Keberatan
Ketua Koordinator Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan Fakhri Ikbar memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026). Foto: ANTARA/Ilham Kausar
Mereka menilai program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah terpencil, demi menyongsong visi Generasi Emas Indonesia 2045.
BACA JUGA: Kabakom Qodari Tegaskan MBG Enggak Bisa Diberhentikan
"Presiden Prabowo itu memberikan makan untuk anak-anak Indonesia. Kalaupun ada yang salah, bukan salah programnya. Ya, kita sama-sama benahi, perbaiki sistemnya. Pak Prabowo tidak sendirian, masyarakat Indonesia di daerah-daerah, khususnya pulau-pulau terpencil sangat butuh MBG ini," kata Ketua Koordinator Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan Fakhri Ikbar saat ditemui di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan program MBG merupakan bentuk investasi penting bagi masa depan bangsa agar anak-anak Indonesia memiliki daya saing secara global.
Menurut dia, program itu juga berfokus langsung pada pemenuhan hak rakyat kecil.
"Pertamax itu untuk orang kaya, MBG itu untuk rakyat Indonesia, khususnya untuk anak-anak Indonesia, dan sekali lagi, kami masyarakat Indonesia, pemuda-pemudi di daerah, kami tetap mendukung program Presiden Prabowo, khususnya MBG ini," ujar Fakhri.
Sementara itu, terkait dinamika pelaksanaan program tersebut di lapangan, Fakhri menilai perlunya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pengawasan, bukan justru menjadikannya sebagai pemantik perpecahan.
Dia mencontohkan kaum ibu atau 'emak-emak' dapat dilibatkan langsung untuk memantau kualitas sajian di setiap dapur umum penyuplai.
"Pengawasan MBG ini bisa diawasi oleh setiap masyarakat, contoh bisa diawasi emak-emak, ya, di setiap dapur, itu wajib hukumnya, kita warga masyarakat mengetahui bagaimana kondisi dapur-dapur. Jadi, dapur-dapur yang kurang kompeten kita awasi bersama," tutur Fakhri.
Selain mengawal program MBG, aliansi tersebut juga menyatakan sikap untuk mendukung penuh agenda strategis pemerintah lainnya, di antaranya pemberantasan korupsi dan keberlanjutan program hilirisasi yang dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat kelas bawah. (antara/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu




