Ratusan ribu warga Yaman memadati jalan-jalan utama di Ibu Kota Sana'a dalam sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran pada Selasa, 16 Juni 2026. Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas nyata bagi rakyat Palestina, Iran, dan Lebanon yang tengah menghadapi tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan bendera raksasa dari ketiga negara tersebut—Palestina, Iran, dan Lebanon—sebagai simbol persatuan. Sepanjang longmars, para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika Serikat dan anti-Zionis Israel sembari menggemakan takbir.
Momentum unjuk rasa ini berlangsung di tengah kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengakhiri konflik yang terjadi dan dilaporkan telah mendekati tahap penandatanganan resmi.
Baca juga: Koresponden Press TV Ditembak Drone Israel saat Meliput di Lebanon Selatan
Dikutip dari Headline News Metro TV, aksi massa ini merupakan penegasan kembali posisi warga Yaman yang konsisten dalam mendukung perjuangan serta perlawanan rakyat di ketiga negara tersebut menghadapi agresor Amerika Serikat dan Zionis Israel.
Dukungan Yaman tidak hanya berhenti pada aksi turun ke jalan, kelompok perlawanan di Yaman menutup akses Laut Merah hingga Selat Bab Al-Mandab bagi kapal-kapal yang dimiliki atau terafiliasi dengan Zionis Israel.




