JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan prakiraan cuaca nasional untuk hari Jumat, 19 Juni 2026.
Menjelang akhir pekan, BMKG mendeteksi adanya aktivitas dua sirkulasi siklonik yang berpusat di perairan barat dan utara Indonesia.
Sistem tekanan rendah ini memicu terbentuknya jalur pertemuan serta perlambatan kecepatan angin yang memanjang, sehingga potensi pertumbuhan awan hujan meningkat secara signifikan di beberapa wilayah pulau besar.
Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Besok 19-20 Juni 2026, Bogor Berpotensi Hujan Lebat
Dua Sirkulasi Siklonik Aktif di Samudra Hindia dan PasifikBerdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini dari BMKG, sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di dua titik strategis, yaitu:
- Samudra Hindia barat Sumatera
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
Kedua sistem ini secara langsung memicu daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di sepanjang Samudra Hindia barat Sumatera, Samudra Pasifik utara Papua Barat, serta area di sekeliling pusat sirkulasi tersebut.
Selain itu, jalur pertemuan angin atau konvergensi sekunder lainnya diprakirakan terbentuk memanjang di beberapa wilayah tanah air, meliputi:
- Sumatera Barat dan Riau
- Jalur dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah
- Jalur dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah
- Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sementara itu, daerah pertemuan massa udara atau konfluensi terpantau ikut terbentuk di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Aceh, serta membentang di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga ke Papua.
Baca Juga: BMKG Minta Daerah Bersiap Hadapi Dampak El Nino, Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering
Kombinasi dari berbagai dinamika atmosfer regional ini menyebabkan penumpukan awan hujan yang cukup signifikan.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- cuaca besok
- prakiraan cuaca BMKG
- cuaca 19 Juni 2026
- wilayah berpotensi hujan
- sirkulasi siklonik
- cuaca Indonesia





