Pantau - Pemerintah Lebanon menolak usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyarankan agar Suriah menangani kelompok Hizbullah di Lebanon, dengan menegaskan bahwa persoalan pelucutan kekuatan kelompok tersebut merupakan tanggung jawab negara Lebanon.
Menteri Kehakiman Lebanon Adel Nassar menyampaikan penolakan tersebut dalam wawancara dengan CNN pada Rabu (17/6/2026) di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat konflik yang melibatkan Israel, Hizbullah, Iran, dan Amerika Serikat.
“Ini bukan soal pasukan asing yang melakukan pekerjaan tersebut. Lebanon telah menderita selama bertahun-tahun akibat campur tangan pihak lain. Jika Hizbullah saat ini menjadi proksi Iran, itu karena adanya campur tangan Iran dalam urusan dalam negeri Lebanon,” ungkap Nassar.
Trump Sarankan Suriah Tangani HizbullahTrump sebelumnya menyampaikan pandangannya kepada wartawan di Prancis pada Selasa (16/6/2026) dengan menyebut Suriah dinilai lebih mampu menangani Hizbullah dibandingkan Israel.
“Saya menyarankan kepada Israel agar membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena, terus terang, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik,” kata Trump.
Pernyataan tersebut muncul ketika Hizbullah masih terlibat bentrokan dengan Israel sejak awal Maret 2026 setelah pecah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Ketegangan Perbatasan Masih BerlanjutMeski Washington dan Teheran telah mencapai kesepahaman untuk mengakhiri konflik militer, situasi di perbatasan Lebanon dan Israel masih memanas.
Konflik regional tersebut bermula setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Pejabat Iran berulang kali menegaskan penghentian serangan Israel di berbagai wilayah, terutama Lebanon, menjadi salah satu tujuan utama nota kesepahaman yang dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6/2026).
Israel hingga kini masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan yang sebagian telah dikuasai selama beberapa dekade dan sebagian lainnya sejak perang periode 2023–2024.
Dalam operasi militer terbaru, pasukan Israel dilaporkan telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.




