Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap, jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo (M)6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Selasa, 16 Juni 2026, bertambah menjadi tiga orang. Selain itu, tercatat puluhan orang luka, dan ribuan jiwa terdampak.
"Tiga korban meninggal dunia masing-masing berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, dan satu korban lainnya yang telah terkonfirmasi dalam pendataan terbaru," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi diterima pada Kamis, 18 Juni 2026.
Baca Juga :
RS Anuntaloko Parigi Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Pascagempa M6,7Selain korban jiwa, gempa mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 1.652 unit rumah, yang terdiri dari 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dan sosial, meliputi 42 rumah ibadah, delapan gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA, 13 bangunan sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih.
Dampak gempa M6,7 di Sulteng. Dok: BPBD Kabupaten Poso
Gempa bumi tektonik M6,7 terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 11.27 Wita dengan pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak tanggal kejadian dan menunjuk Wakil Bupati Sigi sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi.




