JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto disebut heran dengan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang turun.
Prabowo pun menelepon Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Amran melaporkan kepada Prabowo bahwa terjadi anomali, di mana harga TBS sawit turun di saat harga CPO dan dollar menguat.
"Ini menarik. Ini TBS kami atas arahan Bapak Presiden, kami ditelepon beliau, disampaikan, 'Pak Mentan, kenapa terjadi penurunan?' Saya katakan kepada beliau, 'ini anomali'. Kami kumpulkan pelaku usaha seluruh Indonesia mewakili kurang lebih 700-an berkumpul, kemudian total PKS itu ada 1.900," ujar Amran di Istana, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Prabowo Apresiasi Kinerja Kemenhaj dan Petugas Haji 2026
"Nah, ini anomali, harga CPO dunia naik, dollar menguat kurang lebih 10 persen, harga CPO naik tetapi harga TBS turun. Ini tidak masuk akal, sama dengan kejadiannya dengan minyak goreng," sambung dia.
Amran meminta kepada para pelaku pasar untuk tidak bermain-main dan jangan mengorbankan rakyat.
Dia membeberkan, Prabowo telah memerintahkan pemerintah agar berpihak pada petani plasma sawit.
Amran mengatakan, total petani plasma sawit mencapai 15 juta orang.
Jika ditambah keluarganya, maka bisa sampai 30 juta orang.
"Dari 1.900 (PKS) ada 274, 274 ini belum menaikkan minggu lalu belum menaikkan. Sekarang sudah menaikkan. Yang masih belum ada kurang lebih 100, kurang lebih 5 sampai 10 persen. 90 persen sudah kembali seperti semula, tetapi harapan kita ke depan insya Allah dengan DSI ini, satu pintu itu bisa mengangkat kesejahteraan petani Indonesia dan menghindari ada kebocoran-kebocoran," ujar dia.
Baca juga: Bos-bos Bank Himbara Dipanggil Prabowo ke Istana
Amran mengeklaim, harga TBS sawit kini sudah hampir normal kembali.
Sedangkan untuk 274 PKS yang tidak menaikkan harga TBS sawit ini, Amran mengaku sudah mengirim surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindaklanjutinya.
"Langsung tembusan Kapolda di wilayah masing-masing dan Dirkrimsus ditindaklanjuti. Dengan surat itu, tinggal 100 lebih yang belum menaikkan harga TBS. Tapi kami yakin satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali dan insya Allah ke depan dengan satu pintu ini harga TBS ke depan lebih baik," imbuh Amran.
Diketahui, sejumlah asosiasi petani hingga pengusaha sawit mengadukan anjloknya harga Tanda Buah Segar (TBS) ke Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono alias Mas Dar, Selasa (26/5/2026).
Harga TBS anjlok hingga melewati batas bawah yang ditetapkan di sejumlah daerah setelah pemerintah mengumumkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai calon eksportir tunggal produk sawit.
Baca juga: Prabowo Minta Biaya Haji 2027 Turun Lagi? Ini Kata Menhaj Irfan Yusuf
Mas Dar mengatakan, pengumuman rencana ekspor satu pintu itu menimbulkan efek psikologis yang menimbulkan harga TBS jatuh.
“Diidentifikasi bottleneck dari kejadian ini adalah adanya efek psikologis, kekhawatiran, ketidakpastian, dan ketidaktahuan atas kebijakan baru ekspor satu pintu oleh PT DSI,” kata Mas Dar saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




