Menaker Pastikan Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026 Ditanggung Pemerintah 100%

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan bahwa wacana pembagian beban uang saku peserta Program Magang Nasional 2026 dengan perusahaan batal.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah kembali menanggung keseluruhan uang saku peserta magang nasional sebagaimana 3 gelombang pelaksanaan program tersebut tahun lalu.

“Ada wacana awalnya bahwa uang sakunya itu sharing, tetapi akhirnya kami memutuskan sama seperti kegiatan pertama, jadi 100% ditanggung oleh pemerintah,” kata Yassierli dalam konferensi pers penutupan Program Magang Nasional Batch 3 2025 di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut telah diteruskan dalam pembahasan lintas kementerian terkait persiapan pelaksanaan Program Magang Nasional tahun kedua.

Yassierli menyampaikan bahwa besaran anggaran untuk uang saku peserta magang tahun ini tengah difinalisasi bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg).

Dia juga berujar bahwa pembahasan lintas kementerian telah menyetujui peningkatan kuota peserta Program Magang Nasional, dari 100.000 peserta menjadi 150.000.

Baca Juga

  • Evaluasi Magang Nasional, Menaker: Masih Terpusat di Pulau Jawa
  • Setumpuk Pekerjaan Rumah Program Magang Nasional yang Perlu Diselesaikan
  • Kabar Baik! Program Magang Nasional Dibuka Lagi Juli 2026, Kuota 150.000

Saat ini, pihaknya tengah melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan terkait pelaksanaan program magang tahun kedua, utamanya yang mencakup sebaran daerah dan calon peserta.

Yassierli meyakini animo perusahaan untuk berpartisipasi dalam program ini akan meningkat, setelah melihat implementasi pada tahun pertama.

Namun demikian, dia menekankan bahwa tahap berikutnya yang akan menentukan, dalam hal ini minat calon peserta magang terhadap masing-masing perushaan.

“Jadi, Kementerian Ketenagakerjaan hanya sebagai hub. Kita tidak mengalokasikan orang, jadi prosesnya itu perusahaan posting lowongan, kemudian adik-adik peserta magang memilih, baru kemudian kami yang menetapkan sebarannya,” ujar Yassierli.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Dorong Aktivitas Transaksi di Aplikasi Raya
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Mengenal Landasan Ahwa, Sistem yang Digunakan dalam Pemilihan Rais Aam NU
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Peringatan Dini El Nino, BMKG Makassar Anjurkan Petani buat Persiapan Air dan Penyesuaian Bibit
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Gerakan UMKM Lokal, Wawali Kota Malang Ajak ASN Pakai Jersey Piala Dunia
• 10 jam laluberitajatim.com
thumb
Minta PDIP Jangan Abu-abu, PKB: Kami Sedang Berjuang Wujudkan Janji Presiden
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.