CORE: BI prioritaskan stabilisasi rupiah lewat kenaikan suku bunga

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai Bank Indonesia memprioritaskan stabilisasi nilai tukar rupiah lewat menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen.

“Stabilisasi yang memang harus diprioritaskan dulu,” ujar Faisal ketika ditemui di Kantor CORE Indonesia, Jakarta, Kamis.

Faisal menyoroti Bank Indonesia yang sudah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali dalam waktu singkat, yakni 5,25 persen pada 20 Mei; naik menjadi ⁠5,50 persen pada 9 Juni; kemudian naik menjadi⁠ ⁠5,75 persen pada 18 Juni.

Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan keseriusan Bank Indonesia dalam menstabilkan kurs rupiah yang saat ini berada di level Rp17.800-an per dolar AS.

“BI beberapa kali dalam waktu yang singkat (menaikkan suku bunga). Saya pikir, haluan kebijakannya memang sudah lebih serius untuk stabilisasi daripada pertumbuhan ekonominya,” ucap Faisal.

Ketika disinggung mengenai kemungkinan BI menaikkan suku bunga lagi untuk memperkuat kurs rupiah, Faisal menjelaskan bahwa saat ini, spread antara BI Rate dan suku bunga The Fed saat ini berada di kisaran 200 basis poin (bps).

Angka tersebut, menurut Faisal, sudah cukup menarik minat pengusaha maupun pemilik dolar AS untuk menukarkan dolar AS-nya dengan rupiah.

“Mestinya dengan 200 bps, itu mestinya sudah cukup. Menurut saya, sih. Kalau (suku bunga) dinaikkan lagi, ongkosnya nanti ke pertumbuhan ekonomi terlalu besar, ya,” ujar Faisal.

Lebih lanjut, Faisal juga menyampaikan bahwa sudah saatnya masyarakat menerima kenyataan ihwal titik keseimbangan baru nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp17 ribu-an.

“Artinya, sudah harus meneirma kenyataan baru bahwa keseimbangan baru itu di Rp17 ribuan. Kalau pengen dikejar terus sampai Rp16 ribuan, nanti ongkosnya ke sektor riil. Masalahnya itu,” kata Faisal.

Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026.

Suku bunga Deposit Facility juga naik 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility naik 25 bps menjadi 6,50 persen.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Kamis.

Perry menjelaskan, keputusan tersebut sejalan dengan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran yang tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro-growth).

Baca juga: BI naikkan BI-Rate jadi 5,75 persen guna jaga stabilitas rupiah

Baca juga: Rupiah melemah dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap Sidang Perdana, Richard Lee Tiba di Pengadilan Negeri Tangerang dengan Tangan Diborgol
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Motor Program MBG Diusulkan Disumbangkan ke Guru, JPPI: Barang Bermasalah Jangan Jadi Hadiah
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pesawat Kecil Jatuh di AS, Seluruh Penumpang Ditemukan Selamat
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemerintah Salurkan Bantuan Rp967,5 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatra
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Antusiasme Tinggi Warga Sombala Bella Mengikuti Program Inovasi RLW Kecamatan Pattallassang
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.