Pemerintah Salurkan Bantuan Rp967,5 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatra

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan tambahan senilai Rp967,5 miliar untuk mendukung pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan periode daftar salur ke-9 tersebut menyasar lebih dari 82.000 penerima manfaat di 10 kabupaten dan kota terdampak bencana.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, "Hari ini kita menyalurkan bantuan-bantuan untuk bencana Sumatra di 10 kabupaten. Jumlahnya hampir Rp1 triliun yang kita salurkan kali ini, dan akan terus berlanjut pada periode berikutnya jika pendataan sekunder sudah tuntas."

Dana bantuan digunakan untuk mendukung penanganan kedaruratan jangka menengah melalui paket bantuan stimulan yang mencakup pemenuhan isi hunian tetap, bantuan jaminan hidup (jadup) selama tiga bulan, serta bantuan stimulan ekonomi.

Penyaluran Bantuan dan Wilayah Penerima

Penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia untuk memastikan kecepatan distribusi, ketepatan sasaran, serta menjangkau wilayah yang jauh dari pusat kota.

Di Provinsi Aceh, bantuan diberikan kepada Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kota Langsa.

Di Provinsi Sumatera Utara, bantuan disalurkan ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.

Sementara di Provinsi Sumatera Barat, bantuan diberikan kepada Kabupaten Padang Pariaman.

Berdasarkan data Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, alokasi bantuan terbesar diberikan kepada Kabupaten Aceh Tamiang sebesar Rp448,2 miliar untuk 39.263 keluarga.

Alokasi bantuan terbesar kedua diberikan kepada Kota Langsa dengan nilai Rp374,6 miliar untuk 31.772 keluarga terdampak.

Pengawasan dan Evaluasi Pascapenyaluran

Saifullah Yusuf menegaskan seluruh data penerima bantuan berbasis kepala keluarga (KK).

Data penerima berasal dari usulan resmi pemerintah daerah yang telah melalui proses validasi oleh Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera serta verifikasi bersama Badan Pusat Statistik.

Kementerian Sosial juga akan melakukan pengawasan berkelanjutan setelah bantuan disalurkan kepada masyarakat.

Saifullah Yusuf mengungkapkan, "Kemensos memastikan personel pendamping sosial di daerah akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala pascapenyaluran agar dana stimulan tersebut digunakan secara produktif demi memulihkan ketahanan ekonomi keluarga korban bencana."

Pemantauan dilakukan untuk memastikan bantuan digunakan secara produktif, mendukung pemulihan ekonomi keluarga korban bencana, serta mengevaluasi efektivitas program bantuan.

Dalam konferensi pers tersebut, Saifullah Yusuf didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eksekusi Hotel Sultan Besok, Pengelola GBK Minta Pontjo Sutowo Segera Hengkang
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Komisi II DPR RI Dalami Implementasi UU Keistimewaan DIY, Soroti Penyelesaian Sengketa Pertanahan Lewat Musyawarah
• 56 menit lalupantau.com
thumb
Ayah di Kolaka Perkosa Anak Balitanya hingga Tewas
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kuasa Hukum Catat 10 Perbedaan Perkara Nadiem dan Ibam
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Universitas Paramadina Gelar Pemberdayaan Sosial, Dorong Soft Skill Komunikasi SMK Go Global
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.