Profil Zhang Yiming, Pendiri ByteDance yang Kini Jadi Orang Terkaya di China, Hartanya Tembus $92,8 Miliar USD

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Profil Zhang Yiming. Sosoknya dikenal sebagai pengusaha internet asal Tiongkok yang mendirikan ByteDance pada tahun 2012.

Berkat kesuksesan luar biasa dari TikTok, Zhang kini menjadi salah satu individu terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai sekitar $92,8 miliar USD.

Mengutip Kompas.com, aplikasi TikTok maupun Douyin mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Namun, sosok Zhang Yiming yang berada di balik kedua platform tersebut belum tentu banyak yang mengenal.

Ia merupakan pendiri ByteDance, perusahaan induk yang menaungi TikTok dan Douyin. Profil Zhang Yiming kembali menjadi sorotan setelah dirinya masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, Zhang Yiming menempati urutan ke-21 orang terkaya di dunia, sekaligus menjadi orang terkaya kedua di Asia dan orang terkaya di China dengan total kekayaan mencapai sekitar 92,8 miliar dollar AS.

Lantas, bagaimana perjalanan Zhang Yiming hingga mampu mengumpulkan kekayaan sebesar itu? Selengkapnya ulasannya.

Zhang Yiming lahir pada 1983 di Provinsi Fujian, China. Ia tumbuh besar di Longyan, kota di tenggara Fujian, sebagai anak tunggal dari pasangan pegawai negeri.

Zhang menempuh pendidikan di bidang rekayasa perangkat lunak di Nankai University, Tianjin, dan lulus pada 2005. Setelah lulus, ia memulai kariernya sebagai insinyur di situs pencarian perjalanan Kuxun.com. Pada 2009, Zhang merintis usaha pertamanya, sebuah situs pencarian properti bernama 99fang.com, yang ia tinggalkan tiga tahun kemudian.

Pada 2012, Zhang ikut mendirikan ByteDance di Beijing, perusahaan yang awalnya bergerak di layanan agregasi berita. Salah satu produknya yang menonjol adalah Toutiao, layanan agregator berita yang kini menjadi salah satu aplikasi utama perusahaan.

Perkembangannya tergolong cepat. Jumlah pengguna aktif hariannya melampaui 13 juta pada 2014. ByteDance kemudian melebarkan sayap ke pasar global, dengan meluncurkan produk internasional pertamanya, TopBuzz, pada 2015, dan mengakuisisi agregator berita global News Republic pada 2017.

Di bawah kepemimpinan Zhang, ByteDance berkembang menjadi raksasa teknologi yang dikenal lewat aplikasi berbagi video TikTok dan layanan berita Toutiao.

 Baca Juga: Mendadak Dituding Lepas Cincin Kawin, Ini Dia Profil Maxime Bouttier Suami Luna Maya

 

ByteDance kini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia. TikTok sendiri tumbuh menjadi fenomena global dan turut mengangkat ByteDance sebagai salah satu perusahaan teknologi paling diperhitungkan di dunia.

Di tengah pertumbuhan tersebut, Zhang justru mengambil keputusan yang mengejutkan. Pada Mei 2021, ia mengumumkan mundur dari jabatan CEO ByteDance.

Keputusan itu diumumkan kurang dari sebulan setelah rencana penawaran saham perdana atau IPO perusahaan ditunda.

Dalam memo internalnya, Zhang menyebut dirinya kurang memiliki sebagian keterampilan seorang manajer ideal, dan lebih tertarik menganalisis prinsip organisasi serta pasar ketimbang mengurus manajemen orang sehari-hari.

Posisinya digantikan oleh Liang Rubo, kolaborator lama sekaligus salah satu pendiri perusahaan, agar Zhang dapat lebih fokus pada strategi jangka panjang, budaya perusahaan, dan tanggung jawab sosial. Meski tidak lagi memimpin operasional, Zhang tetap menjadi pemegang saham individu terbesar di ByteDance, dengan porsi sekitar 21 persen.

Dengan langkah itu, Zhang menjadi pendiri raksasa teknologi China ketiga yang menarik diri dalam waktu berdekatan, setelah Jack Ma dari Alibaba dan Colin Huang dari Pinduoduo. Zhang tercatat sebagai warga negara China yang kini tinggal di Singapura.

Profil Zhang Yiming kembali menjadi sorotan pada 2026 setelah kekayaannya melonjak tajam. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan Zhang mencapai sekitar 92,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.642 triliun.

Angka tersebut menempatkannya di urutan ke-21 orang terkaya di dunia, orang terkaya kedua di Asia, sekaligus orang terkaya di China.

Ia menggeser konglomerat asal India, Mukesh Ambani, yang turun ke posisi ketiga dengan kekayaan 86,9 miliar dollar AS, sementara posisi puncak orang terkaya Asia masih dipegang Gautam Adani dengan kekayaan 117,4 miliar dollar AS. Kenaikan ini tergolong fenomenal.

Kekayaan Zhang membengkak lebih dari tujuh kali lipat sejak Bloomberg mulai memantaunya pada Maret 2019, saat nilainya masih sekitar 13 miliar dollar AS. Lonjakan terbaru sebesar lebih dari 24 miliar dollar AS terjadi setelah Bloomberg menganalisis valuasi ByteDance dari sejumlah investor besar, termasuk BlackRock, Fidelity Investments, T. Rowe Price Group, HSG, dan General Atlantic.

Lonjakan kekayaan Zhang tidak lepas dari naiknya valuasi ByteDance dan semakin kuatnya ambisi perusahaan di bidang kecerdasan buatan. Sebagai gambaran skala bisnisnya, ByteDance tercatat membukukan pendapatan lebih dari 155 miliar dollar AS pada 2024.(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Telusuri Aset, Penyidikan Kasus Hanania Travel Berkembang ke Pidana Pencucian Uang
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Taman Margasatwa Ragunan Gratiskan Tiket Masuk untuk Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, Catat Tanggalnya
• 2 jam laluokezone.com
thumb
KPK periksa Kepala Pusbangjak Ketenagakerjaan Kemenaker sebagai saksi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Periksa Eks Stafsus Menag Yaqut, KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang ke Pansus DPR
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Demo Keempat Mahasiswa Semarang, Lagi-Lagi Tak Ditemui Pejabat
• 11 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.