BANDUNG, KOMPAS — Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat terus terjadi. Terkini unjuk rasa mahasiswa di Kabupaten Subang pada Kamis (18/6/2026) berakhir dengan robohnya pagar kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat.
Aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Kabupaten Subang di depan gedung DPRD Subang berlangsung pada Kamis siang.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tuntutan pada pemerintah pusat terkait sejumlah kebijakan yang dinilai berdampak bagi masyarakat. Salah satu tuntutan adalah evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang rawan penyalahgunaan.
Mahasiswa pun minta untuk bertemu dengan para pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Subang untuk menyampaikan aspirasinya. Ratusan petugas keamanan berjaga di depan pagar kantor tersebut.
Kemudian terjadi aksi saling dorong-mendorong antara mahasiswa dan aparat yang berjaga di depan gerbang gedung DPRD Subang.
Akhirnya gerbang itu jebol. Mereka pun masuk ke halaman gedung wakil rakyat tersebut untuk menyampaikan orasinya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Subang, Anas Ahmad Laduni, menegaskan, diperlukan evaluasi secara menyeluruh program MBG. Tujuannya agar implementasi MBG menggunakan anggaran negara tersebut berjalan sesuai prosedur dan tepat sasaran.
Menurut Anas, temuan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi dalam tata kelola program MBG menjadi salah satu dasar tuntutan mahasiswa.
"Kasus dugaan korupsi anggaran MBG harus diusut tuntas termasuk penyalahgunaan ke tingkat daerah," tegasnya.
Anas menambahkan, mahasiswa juga menyoroti kondisi ekonomi nasional, termasuk nilai tukar rupiah yang masih melemah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berdampak signifikan bagi rakyat.
Adapun nilai tukar rupiah masih melemah selama beberapa pekan terakhir. Mengutip data Bloomberg hingga Kamis ini pukul 17.30 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan melemah ke level Rp 17.794.
Sementara harga BBM Pertamax mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Kenaikan harga mencapai sebesar Rp 3.950 per liter.
"Kami juga mendesak pemerintah lebih memprioritaskan sektor pendidikan gratis bagi rakyat hingga tingkat perguruan tinggi,” tegasnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapan atas unjuk rasa dalam sepekan terakhir di Bandung dan sejumlah wilayah di Jabar. Menurutnya, setiap orang punya kebebasan untuk mengekspresikan gagasannya, pikirannya, dan kritiknya di depan umum.
"Yang penting demonstrasinya berjalan dengan baik dan tuntutannya disampaikan secara terbuka kemudian juga konstruktif, " harapnya.
Pengamat politik dan dosen senior dari Universitas Katolik Parahyangan, Pius Sugeng Prasetyo berpendapat, idealnya seorang anggota legislatif sebagai wakil rakyat merespon dinamika dan kekecewaan di tengah masyarakat.
Menurut Pius, sikap anggota DPRD yang tak hadir menemui mahasiswa merupakan sikap apatis. Adapun sikap apatis ini bisa berdampak fatal karena memicu dampak gejolak yang lebih besar.
"Seharusnya suara rakyat itu didengarkan. Sebab, itulah fungsi utama seorang anggota legislatif, " tuturnya.





