JAKARTA, DISWAY.ID -- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI Muhammad Qodari mengajak masyarakat untuk mendukung penggunaan BBM yang lebih tepat sasaran.
Dia mencontohkan, salah satu yang didukung adalah para pengemudi ojek online (ojol). Mereka selama ini, kata Qodari, mayoritas pengguna BBM bersubsidi, seperti Pertalite.
"Dari data riset yang saya baca, ojol yang menggunakan Pertamax itu hanya sekitar 5 persen. Artinya, 95 persen lainnya seharusnya tidak terpengaruh karena memang menggunakan Pertalite," ujar Qodari, ditulis Kamis (18/6).
BACA JUGA:Harga RON 92 Naik, Stok BBM SPBU BP Masih Langka
Ia menjelaskan, penyesuaian harga Pertamax lebih banyak berdampak pada pengguna kendaraan yang masuk kategori masyarakat mampu.
Menurutnya, BBM nonsubsidi memang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang memiliki daya beli lebih tinggi.
"Kalau kita bicara Pertamax, kan identik dengan mobil-mobil mewah, mobil-mobil bagus. Tapi kalau angkutan umum maupun mobil dengan kapasitas mesin rendah, umumnya menggunakan Pertalite yang disubsidi. Dan subsidi itu masih dipertahankan sampai sekarang, tidak ada kenaikan," katanya.
BACA JUGA:Intip Keandalan Pasokan Energi di NTT, Pertamina Pastikan Distribusi BBM Berjalan Lancar
Arahkan BBM Subsidi Lebih Tepat SasaranQodari mengingatkan agar dukungan terhadap kelompok masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM dilakukan secara tepat sasaran.
Menurut dia, perlu dibedakan antara pengguna BBM bersubsidi dan pengguna BBM nonsubsidi.
"Jangan sampai pembelaan atau dukungan ini salah sasaran. Jangan sampai mendukung yang punya mobil mewah," ujar Qodari.
Ia menegaskan bahwa pemerintah selama ini membedakan kebijakan BBM berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Mengapa Harga Pertamax Ikut Harga Keekonomian? Ini Beda BBM Subsidi dan Non-subsidi
BBM bersubsidi diberikan untuk membantu kelompok masyarakat kurang mampu dan sektor-sektor yang membutuhkan dukungan negara, sedangkan BBM nonsubsidi mengikuti harga keekonomian.
"Kita tahu BBM itu ada dua kategori. Ada yang disubsidi memang untuk kalangan yang tidak mampu atau kurang mampu. Tetapi Pertamax ini untuk kalangan yang mampu," lanjutnya.
- 1
- 2
- »





