Kawasan Rebana Sumbang Rp600 Triliun bagi Ekonomi Jawa Barat

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON — Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman menyebutkan, Kawasan Rebana menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dengan kontribusi sekitar 20% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi yang mencapai sekira Rp3.000 triliun. 

Artinya, nilai ekonomi yang dihasilkan kawasan tersebut diperkirakan berada di kisaran Rp600 triliun.

Herman mengatakan, besarnya kontribusi Rebana membuka peluang besar bagi wilayah aglomerasi Cirebon Raya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi baru. Cirebon Raya meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

“Jawa Barat itu sekitar Rp3.000 triliun. Kawasan Rebana menyumbang sekitar 20%. Ini kue ekonomi yang besar untuk Rebana, termasuk Cirebon Raya,” kata Herman dikutip pada Kamis, (18/6/2026).

Dengan skala tersebut, Rebana menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Jawa Barat yang kini terus didorong melalui pengembangan kawasan industri, infrastruktur, dan konektivitas antarwilayah.

Herman menilai, Cirebon Raya memiliki posisi penting dalam struktur ekonomi Rebana karena berada dalam satu kawasan aglomerasi yang terintegrasi. Menurut dia, sejumlah daerah di wilayah tersebut bahkan telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata Jawa Barat.

Baca Juga

  • Pemprov Jabar Galak, Penutupan Tambang Tak Berizin Terus Berlanjut
  • Bos Cirebon Power Curhat Pasokan Batu Bara untuk PLTU Turun
  • Kuningan Mulai Hitung Kekuatan Ekonomi untuk Rebut Peluang Investasi Rebana

Ia menyebut, Kabupaten Majalengka dan Kuningan termasuk daerah yang mengalami laju pertumbuhan lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi. Meski tidak merinci angka pertumbuhannya, ia menilai capaian itu menunjukkan potensi ekonomi yang semakin menguat di wilayah tersebut.

“Beberapa kabupaten di Cirebon Raya pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata Jawa Barat, seperti Majalengka dan Kuningan. Ini peluang yang sangat baik,” ujarnya.

Jika mengacu pada struktur ekonomi Jawa Barat, kontribusi Rebana sebesar 20% menempatkan kawasan tersebut sebagai salah satu penopang utama aktivitas ekonomi provinsi. Dengan total PDRB sekitar Rp3.000 triliun, maka seperlima aktivitas ekonomi Jawa Barat kini terkonsentrasi di kawasan utara tersebut.

Herman mengatakan, penguatan investasi menjadi instrumen utama untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Investasi dinilai tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru yang berdampak pada penurunan pengangguran dan kemiskinan.

Ia menekankan, arah pembangunan ekonomi Jawa Barat saat ini bertumpu pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar kawasan perkotaan utama. Dalam konteks itu, Rebana diproyeksikan menjadi salah satu kawasan strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi provinsi.

“Dampaknya mudah-mudahan kemiskinan bisa turun signifikan, pengangguran bisa turun signifikan. Karena investasi itu sebenarnya alat untuk mencapai tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Herman.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KSP Beri Atensi Khusus Kasus 15 Kontainer PT PMM, Para Pihak Diklarifikasi
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Cristiano Ronaldo pemain kedua yang tampil dalam enam Piala Dunia
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kemensos-PKP Cek Rumah Ortu Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni di Pasuruan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Prime Agri Resources Resmi Jadi Identitas Baru SGRO, Siap Perkuat Industri Sawit Nasional
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
DBS Indonesia Prediksi BI Rate Bisa Sentuh 6% hingga Akhir 2026
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.