Sigi, ERANASIONAL.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali bertambah. Hingga Kamis (18/6), tercatat tiga warga dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Bidang Bencana BPBD Sigi, Ahmad Yani, mengatakan angka tersebut meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat satu korban jiwa.
“Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal menjadi tiga orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu korban berasal dari Desa Berdikari dan diketahui memiliki riwayat penyakit. Saat gempa terjadi, korban mengalami serangan jantung dan sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit di Kota Palu.
Menurut Ahmad, korban tersebut belum tercantum dalam laporan awal karena proses pendataan masih berlangsung saat data pertama diumumkan.
Sementara itu, korban lainnya berasal dari Desa Kamarora. Korban dilaporkan mengalami benturan pada bagian perut saat gempa serta memiliki riwayat penyakit tumor.
“Kedua korban sebelumnya sempat menjalani perawatan di RS Torabelo dan RS Bala Keselamatan,” katanya.
Berdasarkan data sementara BPBD Sigi, dampak gempa telah dirasakan oleh 2.109 kepala keluarga atau sekitar 6.412 jiwa.
Selain korban meninggal, tercatat 91 orang mengalami luka ringan dan 17 lainnya luka berat.
Kerusakan juga terjadi pada permukiman warga. Sebanyak 1.652 rumah terdampak, terdiri atas 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.
Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu.
Desa Kamarora A menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak paling banyak, mencapai 1.511 jiwa, disusul Desa Kamarora B sebanyak 377 jiwa.
Selain rumah warga, gempa turut menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum, meliputi sembilan kantor, 44 rumah ibadah yang terdiri dari 10 masjid dan 34 gereja, serta 13 bangunan sekolah.
BPBD menyatakan pendataan masih terus dilakukan seiring masuknya laporan dari sejumlah wilayah terdampak lainnya. []





