jpnn.com - Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau (nonaktif) Abdul Wahid di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (18/6), menghadirkan dai kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai saksi meringankan.
Di hadapan majelis hakim UAS menegaskan bahwa hingga kini dirinya belum melihat bukti yang menunjukkan Abdul Wahid terlibat dalam perkara yang sedang disidangkan.
BACA JUGA: Mesra di Pilgub Riau, Abdul Wahid dan SF Kini Saling Cecar di Sidang Korupsi
“Sampai saat ini saya tidak melihat satu pun bukti,” ujar UAS saat menjawab pertanyaan tim kuasa hukum terdakwa.
UAS menyampaikan sejumlah keterangan mengenai hubungannya dengan Abdul Wahid, mulai dari proses Pilgub Riau, komunikasi selama menjabat sebagai gubernur, hingga penilaiannya terhadap karakter sahabatnya tersebut.
BACA JUGA: Sidang Abdul Wahid, Saksi Ungkap Pengumpulan HP hingga Setoran Rp500 Juta
UAS mengaku telah mengenal Abdul Wahid sejak lama dan terlibat dalam proses kampanye Pilgub Riau.
Bahkan, ia menceritakan pernah mengantar langsung Abdul Wahid mendaftar ke KPU Riau menggunakan mobil Jeep yang dikendarainya sendiri.
BACA JUGA: KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Kasus Pemerasan
Menurutnya, dukungan yang diberikan kepada Abdul Wahid berangkat dari keyakinannya terhadap berbagai program pembangunan yang dijanjikan untuk masyarakat Riau, termasuk rencana pembangunan Islamic Center.
Namun, ia menilai seluruh program tersebut terhenti setelah Abdul Wahid tersandung kasus hukum.
“Semua program hilang semenjak Abdul Wahid tertangkap,” katanya.
Dalam persidangan, UAS juga mengungkapkan bahwa Abdul Wahid pernah bercerita kepadanya mengenai ancaman yang diterimanya sebelum kasus ini bergulir.
Menurut UAS, Abdul Wahid mengaku mendapat intimidasi yang mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Wahid mengadu kepada saya, dia mendapat ancaman dan ada suara KPK, ‘jangan macam-macam’,” ujar UAS.
Mendengar cerita tersebut, UAS mengaku sempat mempertanyakan maksud ancaman itu dan kemudian menasihati Abdul Wahid agar tidak gentar menghadapi tekanan.
Ia juga menyebut pernah ada upaya mediasi yang melibatkan sejumlah tokoh masyarakat, termasuk mantan Bupati Siak Arwin AS dan Asri Auzar.
Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak menghasilkan penyelesaian.
Saat diminta menjelaskan penilaiannya terhadap Abdul Wahid selama menjabat sebagai gubernur, UAS menyebut sahabatnya memiliki komitmen untuk memberantas praktik pungutan liar.
Ia mengaku pernah menerima pesan dari Abdul Wahid yang menunjukkan instruksi agar tidak ada pungli di lingkungan pemerintahan.
“Beliau mengirimkan pesan, jangan ada pungli. AW juga memecat orang yang melakukan pengutipan,” ujarnya.
UAS juga mengatakan selama rutin berinteraksi dengan masyarakat melalui kegiatan ceramah dan dialog setiap Rabu Subuh, dirinya tidak pernah menerima laporan mengenai perilaku menyimpang Abdul Wahid.
“Saya setiap Rabu Subuh membuka ruang kepada masyarakat. Selama itu tidak ada yang mengadukan kejelekan beliau,” katanya.
UAS turut menceritakan pengalamannya saat kabar operasi tangkap tangan (OTT) mencuat pada 3 November 2025.
Ia mengaku langsung menemui Abdul Wahid untuk memastikan informasi yang beredar.
Menurut UAS, saat itu Abdul Wahid membantah adanya OTT terhadap dirinya sehingga ia sempat menyampaikan kepada publik bahwa yang diamankan adalah Kepala Dinas PUPR.
Pernyataan tersebut, kata UAS, justru membuat dirinya menjadi sasaran kritik dari masyarakat.
“Saya dibully se-Indonesia,” ujarnya.
Menjelang akhir kesaksiannya, UAS kembali menegaskan keyakinannya terhadap Abdul Wahid.
Ia menyatakan belum menemukan bukti yang membuatnya percaya bahwa sahabatnya bersalah dalam perkara tersebut.
“Sampai saat ini saya tidak melihat satu pun bukti,” tuturnya.
Dengan nada emosional, UAS juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung Abdul Wahid.
“Saya tidak pernah membela saudara kandung saya seperti membela Abdul Wahid. Saya tetap akan membela Abdul Wahid,” ujarnya.
Pernyataan itu disambut takbir dari para pendukung Abdul Wahid yang memenuhi ruang sidang.
Suasana persidangan pun sempat berlangsung haru, dengan sejumlah pengunjung terlihat menitikkan air mata seusai mendengar kesaksian UAS. (mcr36/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Rizki Ganda Marito




