3 Pekerja Migran RI yang Dianiaya Majikan di Malaysia Dibawa ke Rumah Aman

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapan bahwa tiga pekerja migran Indonesia (PMI) korban penganiayaan oleh majikan di Malaysia kini telah dievakuasi ke rumah aman.

“Tiga orang ini sudah dalam pengamanan, pengawalan daripada KBRI, dan dijemput. Sudah di rumah penampungan sementara yang dalam karantina,” kata Mukhtarudin di Gedung KP2MI, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: Buntut Dugaan Kekerasan Terhadap 3 PMI Asal Aceh, Kepolisian Malaysia Amankan 4 Orang

Mukhtarudin menjelaskan, ketiganya ditempatkan di tempat tersebut karena bersedia menjadi saksi atas dugaan tindak pidana para pelaku.

“Sekarang pemulihan psikologisnya dan dalam pembinaan dan pengawasan perlindungan dari KBRI Malaysia khususnya Konjen KJRI yang ada di Johor Bahru,” jelas dia.

Setelah proses hukum rampung, pemerintah mengembalikan kepada tiga korban, apakah tetap lanjut bekerja di luar negeri atau pulang ke Tanah Air.

Baca juga: ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, Pemerintah Turun Tangan dan Ingatkan Jalur Resmi

Sebab, ada korban yang diketahui tidak memiliki izin kerja dan bertolak ke Malaysia secara nonprosedural.

“Jadi nanti kalau sudah proses hukum selesai, ya terserah yang bersangkutan. Kalau mau bekerja kita akan pekerjakan, secara formalkan. Kalau dia mau pulang, negara akan fasilitasi untuk pulang ke Tanah Air,” jelas dia.

Penganiayaan pekerja migran Indonesia di Malaysia

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap sejumlah WNI beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, para korban tampak mengalami perlakuan kasar berupa penjambakan, tamparan, hingga pemukulan yang diduga dilakukan oleh empat orang di dalam sebuah rumah.

Korban berinisial YY melaporkan kejadian tersebut kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru melalui aplikasi Ksatria pada Sabtu (13/6/2026).

Baca juga: Pemerintah Pastikan Beri Perlindungan WNI ART yang Dianiaya di Malaysia

Setelah menerima laporan tersebut, KJRI Johor Bahru langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat dan meminta agar kasus itu segera ditindaklanjuti.

“Pada tanggal 13 petang, kepolisian setempat dilaporkan telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, terdiri dari dua orang perempuan dan dua orang laki laki,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Keempatnya telah menjalani pemeriksaan awal, sementara proses penyelidikan masih berlangsung.

Berdasarkan laporan YY, rupanya ada korban lain yang turut menerima perlakuan serupa. Mereka adalah YA dan SH.

Ketiganya melaporkan penganiayaan yang terjadi pada akhir tahun 2025 sampai Januari 2026.

Setelah penganiayaan itu, ketiga asisten rumah tangga itu ditinggal oleh majikannya di Kampung Melayu Majidee, Johor.

YY dan SH memilih tetap berada di Johor setelah kejadian itu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara YA menuju Kuala Lumpur untuk mencari pekerjaan lain. Perwakilan RI pun menjemput YY dan SH yang berada di Johor Bahru pada 14 Juni 2026.

Sementara itu, KJRI Johor Bahru berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur terkait keberadaan YA di Kuala Lumpur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Abaikan AS-Filipina, China Nekat Rampungkan Survei di Scarborough Shoal
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mentan Temui Prabowo, Bahas Harga Sawit
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Kemensos Kembali Salurkan Bantuan Pascabencana untuk Sumatera, Nilainya Hampir Rp1 Triliun
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Cristiano Ronaldo Seret Gol, Roberto Martinez Pasang Badan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Dugaan Korupsi Program MBG, KPK Pastikan Belum Tutup Penyelidikan
• 3 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.