tvOnenews.com - Umat Islam saat ini tengah berada di bulan Muharram 1448 Hijriah, bulan pertama dalam kalender Islam yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.
Bagi banyak orang, pergantian tahun Hijriah sering dimaknai sebagai momentum untuk membuka lembaran baru kehidupan.
Namun, menurut Ustaz Adi Hidayat (UAH), ada pesan mendalam yang tersimpan di balik penamaan bulan Al-Muharram yang mungkin belum banyak diketahui umat Islam.
Dalam salah satu kajiannya, UAH menjelaskan bahwa bulan pertama dalam kalender Hijriah sengaja dinamakan Al-Muharram sebagai pengingat bagi manusia agar memulai tahun dengan meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah SWT.
"Kalau kita ingin mengawali tahun dengan baik, menjadi orang yang lebih baik, usahanya baik, pekerjaannya baik, maka mulailah berlatih meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," jelas Ustaz Adi Hidayat.
- Pixabay/openclipart-vectors
Makna Al-Muharram dan Pesan Hijrah
Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa kata "Muharram" memiliki keterkaitan dengan kata "haram", yakni segala sesuatu yang dilarang Allah SWT.
Dari akar kata yang sama lahir istilah muhrim, yaitu orang yang berusaha meninggalkan larangan Allah, serta ihram yang menjadi simbol komitmen seorang muslim untuk menjaga diri dari berbagai hal yang terlarang saat menunaikan ibadah haji atau umrah.
Menurutnya, bulan Al-Muharram mengandung pesan agar setiap muslim memulai hijrah menuju kehidupan yang lebih baik dengan meninggalkan kebiasaan buruk dan maksiat.
"Jika ingin memulai hijrah, pesan Nabi sederhana, tinggalkan kebiasaan-kebiasaan yang dilarang Allah," ujarnya.
Karena itulah, Muharram tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun, tetapi juga momentum evaluasi diri untuk memperbaiki kualitas iman dan amal.
- Ilustrasi AI/ChatGPT
Bulan Mulia yang Sudah Dihormati Sejak Zaman Jahiliah
Menariknya, penghormatan terhadap bulan Muharram ternyata sudah dikenal jauh sebelum Islam datang.
Pada masa jahiliah, masyarakat Arab telah mengenal empat bulan suci yang harus dihormati.
Dalam bulan-bulan tersebut, peperangan dihentikan, permusuhan diredam, dan berbagai tindakan yang merusak kehormatan manusia dihindari.
Tradisi itu kemudian ditegaskan kembali dalam Islam melalui firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 36 yang menjelaskan bahwa terdapat empat bulan haram dalam satu tahun.




