BEKASI, KOMPAS.com - Pemadaman listrik yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi pada Kamis (18/6/2026) tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha kecil.
Salah satu warga terdampak, Salwa (23), mengaku listrik di kawasan Teluk Pucung, Bekasi Utara, padam sebelum pukul 20.00 WIB. Kondisi tersebut membuatnya khawatir terhadap dagangan yang disimpan di dalam lemari pendingin.
Sebagai penjual es rumahan, Salwa menilai pemadaman listrik berpotensi merusak bahan makanan dan minuman yang menjadi sumber penghasilannya.
"Es-nya jadi pada cair, belum lagi kalau lama pemadamannya. Bisa basi nantinya," ujar Salwa saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis.
Selain khawatir dagangan rusak, ia juga mengaku cemas terhadap kondisi peralatan elektronik di rumah apabila pemadaman listrik terus berulang dalam waktu berdekatan.
"Belum lama ini mati lampu. Sekarang mati lampu lagi. Kadang kalau terlalu sering ada aja barang yang korslet," katanya.
Baca juga: Daftar Wilayah yang Terdampak Pemadaman Listrik di Bekasi Hari Ini
Menurut Salwa, pemberitahuan lebih awal dari PLN sangat diperlukan agar pelaku usaha dapat mengantisipasi kerugian dengan mengurangi stok barang yang mudah rusak.
"Kalau mati lampu begini biasanya jarang ada yang beli. Orang juga pada malas keluar. Pendapatan pasti berkurang," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Herman (53), pedagang kue basah di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi. Ia mengaku jumlah pembeli menurun selama pemadaman listrik berlangsung.
"Pembelinya otomatis berkurang. Mereka juga pada enggak mau kalau makan dalam kondisi gelap," kata Herman.
Ia mengatakan, sejak mulai berjualan pada pukul 17.00 WIB, hanya enam porsi kue yang berhasil terjual.
Baca juga: PLN Ungkap Estimasi Pemulihan Listrik di Bekasi Bisa Berubah Sesuai Kondisi Lapangan
Padahal, masih terdapat sejumlah adonan yang telah disiapkan untuk dijual kepada pelanggan.
"Baru laku enam porsi. Adonannya masih ada beberapa porsi lagi," ujarnya.
Herman juga menjual berbagai minuman dingin yang disimpan di dalam lemari pendingin. Namun, pemadaman listrik membuat suhu minuman tidak lagi terjaga sehingga dikhawatirkan memengaruhi kualitas produk yang dijual.
Karena itu, ia berharap gangguan yang menyebabkan pemadaman listrik dapat segera diatasi agar tidak terus merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.





