JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah massa yang tergabung dalam Masyarakat Pejuang Gizi Anak Indonesia menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026), untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator aksi, Fahri, mengatakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut perlu terus dilanjutkan karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi anak-anak Indonesia.
"Program Presiden Prabowo Subianto ini baik. Apa yang salah ketika presiden ingin memberikan makan kepada anak-anak Indonesia? Untuk generasi Indonesia Emas 2045, apa yang salah?" kata Fahri.
Menurut dia, aksi tersebut tidak hanya bertujuan memberikan dukungan terhadap Program MBG, tetapi juga mengawal pelaksanaannya agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Alhamdulillah, aspirasi aksi damai kita hari ini diterima. Kita menuntut agar program MBG tetap berlangsung. Jadi fokus kita hari ini ikut serta dalam mengawal dan memperhatikan agar program MBG tersalurkan dengan baik ke seluruh Indonesia," ujarnya.
Fahri menilai Program MBG juga membuka peluang keterlibatan masyarakat, termasuk pekerja dapur dan ibu rumah tangga.
"Dapur MBG ini juga bisa diperhatikan oleh emak-emak. Kalau proyek-proyek besar mungkin emak-emak tidak bisa ikut terlibat. Tetapi program ini adalah program masyarakat kecil untuk anak-anak Indonesia di seluruh Indonesia," kata dia.
Ia menambahkan, banyak masyarakat berharap program tersebut tetap berjalan karena manfaatnya dirasakan secara langsung oleh anak-anak.
Baca juga: Massa Pendukung MBG Temui Wamensesneg, Minta Program Tetap Dilanjutkan
Usulkan Pengawasan dan Layanan PengaduanDalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah terkait pelaksanaan Program MBG.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap operasional dapur MBG serta respons cepat apabila terjadi permasalahan di lapangan.
"Kami juga tidak hanya mendukung, tetapi tetap memberikan masukan. Salah satunya tadi dari perwakilan pemuda yang menyampaikan perlunya pengawasan dan respons cepat apabila terjadi masalah di dapur MBG, misalnya terkait kualitas menu," ujar Fahri.
Selain itu, massa mengusulkan adanya layanan pengaduan atau call center yang dapat diakses masyarakat apabila menemukan kendala dalam pelaksanaan program.
"Kami mengusulkan adanya call center atau mekanisme pengaduan yang cepat, dan hal itu diterima dengan baik oleh pemerintah pusat," katanya.
Baca juga: Massa Penolak dan Pendukung MBG Demo di Patung Kuda, Ini Masing-masing Tuntutannya
Aspirasi Diterima PemerintahFahri mengatakan perwakilan massa telah diterima oleh Wakil Menteri Sekretariat Negara, Juri Ardiantoro, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
"Alhamdulillah, kita sudah diterima oleh perwakilan pemerintah, yakni Bapak Wakil Menteri Sekretariat Negara yang mewakili Bapak Presiden Prabowo dan Menteri Sekretariat Negara," ujarnya.
Menurut dia, pemerintah menerima aspirasi dan berbagai masukan yang disampaikan dalam aksi tersebut dengan baik.
"Jadi kami merasa sudah diterima dengan baik. Tidak ada kericuhan, tidak ada provokasi. Aspirasi kami diterima dan pemerintah juga membuka ruang dialog serta audiensi," kata Fahri.
Ia menegaskan tuntutan utama massa aksi adalah agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan karena dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
"Tuntutan kami hanya satu, yaitu agar program MBG tetap didukung dan dilanjutkan karena bermanfaat bagi masyarakat," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




