Bisnis.com, JAKARTA — Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkap 41 nama yang diduga terkait dengan kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.
Pengacara Sony, Krisna Murti mengatakan 41 nama itu diungkapkan ke penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam agenda pemeriksaan kliennya di Gedung Bundar Kejagung pada Kamis (18/6/2026).
"Jadi totalnya keseluruhan nama yang dari kemarin 26 ditambah dengan yang tadi, lalu ada tambahan tiga nama lagi yang disebutkan oleh Pak Sony, jadi totalnya hari ini 41 nama," ujar Sony di Kejagung.
Hanya saja, dia enggan mengungkapkan puluhan nama yang diungkap Sony ke penyidik. Namun demikian, terdapat nama dari kalangan politik yang diduga terlibat dalam praktik pengaturan titik SPPG ini.
Adapun, Krisna juga menyinggung sosok NSD yang merupakan pemilik sejumlah dapur SPPG yang diduga kerap mengubah nama yayasan
"Tadi dalam BAP-nya Pak Sony ya, menjelaskan, NSD ada mengubah-ubah yayasan. Yayasan ini namanya ini diubah lagi dengan namanya ini, diubah lagi dengan namanya ini. Jadi tiga kali mengubah," ujarnya.
Baca Juga
- Kasus MBG: Kejagung Tetapkan Ketua Yayasan Jadi Tersangka Baru
- MBG Disetop Selama Libur Sekolah, BGN Klaim Hemat Rp3,45 Triliun
- Kejagung Segel Gudang Motor Listrik di Sentul Terkait Kasus MBG
Selain terkait dengan nama yang terlibat, Sony juga mengungkap adanya dugaan pengadaan ribuan CCTV dengan nilai Rp300 miliar. Kontrak proyek ini berakhir pada (19/2/2026).
Kala itu, sebelum masa kontrak berakhir, Sony sempat meminta vendor menunjukkan bukti pemasangan CCTV di lapangan. Namun, vendor disebut tidak dapat menunjukkan lokasi yang dimaksud.
"Nah, sebelum kontrak itu berakhir, Pak Sony memanggil vendor itu. Ditanya sama Pak Sony, 'Eh, lu kan pasang nih 5.000 CCTV sama sidik jari. Coba diperlihatkan sama saya seperti apa. Saya butuh SDN 01 Jakarta Timur. Coba kamu lihat seperti apa?' Mereka tidak bisa memperlihatkan," pungkasnya.





