BGN Hentikan Insentif SPPG Saat Libur Sekolah, Hemat Anggaran Rp3,4 Miliar

realita.co
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA (Realita)- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan pemberian insentif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak beroperasi selama libur sekolah. Kebijakan ini jadi bagian penataan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk efisiensi anggaran.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut penghentian insentif sudah ditegaskan lewat surat edaran resmi. 

Baca juga: Dana Operasional MBG Belum Cair, Puluhan Ribu Siswa di Lamongan Bawa Bekal dari Rumah

“Di dalam surat edaran ini ditegaskan bahwa dengan tidak didistribusikannya MBG, maka seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan mendapat insentif,” kata Agustina dalam konferensi pers di kantor BGN Jakarta, Kamis, (18/6/2026).

Agustina menjelaskan, selama ini setiap SPPG menerima insentif Rp6 juta per hari meski belum beroperasi penuh. Dengan 27.820 SPPG yang sudah beroperasi dikali 18 hari libur, pemerintah menghemat insentif sekitar Rp3,4 miliar lebih.

“Kalau kita melihat jumlah SPPG yang telah beroperasi sebanyak 27.820 dan dikalikan dengan insentif per hari selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar Rp3,4 miliar lebih,” katanya.

Baca juga: BPK, BPKP dan Inspektorat Kompak Audit BGN Terkait Pembelian Printer 

Selain efisiensi insentif, BGN juga melakukan refocusing penerima manfaat MBG. Hingga kini, 76 sekolah di Pulau Jawa dengan 39.352 siswa dikeluarkan dari program karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.

“Sekolah-sekolah tersebut kami anggap berdasarkan beberapa kriteria yang kami susun mampu memenuhi kebutuhan gizi mereka sendiri. Sehingga tidak membutuhkan intervensi dari pemerintah,” ucap Agustina.

Baca juga: Program MBG di Depok Diperkuat, BGN Validasi Data Penerima Manfaat

Anggaran yang dialihkan akan diprioritaskan untuk kelompok lebih membutuhkan, termasuk masyarakat wilayah 3T, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Pemerintah mengalihkan anggaran tersebut ke sekolah lain dan daerah 3T yang membutuhkan intervensi pemenuhan gizi. Anggaran juga diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang memerlukan dukungan pemenuhan gizi,” tutup Agustina.(Ang)

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua, Gibran: Perkuat Pengawasan!
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Giliran Davina Karamoy Diperiksa Terkait Hanania Travel
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
BGN Hentikan Insentif SPPG Saat Libur Sekolah, Hemat Anggaran Rp3,4 Miliar
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Mandatori E5 Dimulai 2026, ESDM Minta Asosiasi Langsung Uji Coba 20 Persen
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Glory Harimas Tersangka Korupsi MBG Jual SPPG ke Mitra Rp 100 Juta per Titik
• 35 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.