jpnn.com, JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional secara daring untuk memperkuat pendidikan karakter anak-anak pekerja migran Indonesia di Sabah, Malaysia.
Kegiatan yang digelar melalui Zoom Meeting itu menggandeng Sekolah Indonesia Kota Kinabalu dengan mengangkat tema "Carrying Values across Borders: Empowering Educators for the Character Building of Migrant Workers’ Children in Sabah, Malaysia".
BACA JUGA: 3 Tahun PKM Universitas Terbuka di Pondok Cabe Ilir Berjalan, Ini Dampak Positifnya
Ketua Kegiatan PKM, Siti Utami Dewi Ningrum, S.S., M.A., menyebutkan, inisiatif ini bertujuan memberdayakan guru sebagai agen utama dalam menanamkan nilai-nilai karakter, kebangsaan, dan integritas kepada anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Tercatat sebanyak 75 peserta secara daring, terdiri dari para guru Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, fasilitator, serta Tim PKM Universitas Terbuka mengikuti kegiatan tersebut.
BACA JUGA: Dorong Hilirisasi Produk Lokal, Universitas Terbuka Berdayakan UMKM Pondok Cabe Ilir
"Untuk memperkuat pendidikan karakter anak-anak pekerja migran Indonesia di Sabah, Malaysia melalui pemberdayaan guru sebagai agen utama pembawa nilai," kata Siti Utami, Kamis (18/6).
Turut hadir dalam PKM Internasional ini yaitu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama FHISIP Universitas Terbuka, Anto Hidayat, S.IP., M.Si., serta Dekan FKIP Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
BACA JUGA: Kuliah Online di Universitas Terbuka, Biaya Terjangkau dan Kualitas PJJ Terbaik
Sementara itu, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sahyuddin, S.Pd., M.A. TESOL., menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Terbuka atas penyelenggaraan kegiatan ini.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan guru di Kota Kinabalu dalam memperkuat kesadaran dan kemampuan menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik.
“Tema yang diangkat sangat relevan dan mampu meningkatkan awareness bagi para guru di Kinabalu. Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada UT yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Sahyuddin.
Pada sesi inti, narasumber Novi Eka Saputri, M.Pd. membawakan materi mengenai pembelajaran kreatif pendidikan karakter melalui cerita tokoh bangsa.
Novi menjelaskan cerita tokoh bangsa dapat menjadi jembatan pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menyiapkan generasi unggul.
“Cerita tokoh bangsa dapat menjadi jembatan antara kebutuhan belajar siswa dalam menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menyiapkan generasi unggul. Melalui pendekatan ini, sekolah tidak hanya membentuk siswa yang cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi,” ujar Novi.
Hal ini kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari salah satu narasumber lainnya, yaitu Mutia Kamalia Mukhtar, S.T., M.Si. mengenai proyek penugasan kepada peserta berupa pembuatan video pembelajaran karakter berbasis tokoh bangsa.
"Proyek ini diharapkan dapat mendorong para guru menghasilkan media pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan relevan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Sabah," kata Mutia.
Melalui kegiatan PKM Internasional ini, Universitas Terbuka berharap dapat memberikan dampak positif berkelanjutan bagi para pendidik dan peserta didik di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu.
Kolaborasi lintas batas ini diharapkan memperkuat peran guru sebagai pendidik yang inspiratif dalam menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan, integritas, dan budi pekerti.
Ke depan, sinergi antara Universitas Terbuka dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu diharapkan terus berlanjut untuk mendorong inovasi pembelajaran yang adaptif bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.
Dengan demikian, anak-anak pekerja migran tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh sebagai generasi penerus bangsa yang tangguh, berkarakter, berintegritas, dan berbudi pekerti luhur.(esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Wisuda Universitas Terbuka Jepang jadi Bukti Batas Wilayah Bukan Penghalang Meraih Pendidikan Tinggi
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




