JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, menjelaskan alasan di balik aksi yang menginterupsi forum diskusi dan menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah di kabinet Merah Putih Prabowo Gibran. Seperti Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, serta Wamentan Sudaryono di kampus Universitas Gadjah Mada.
Menanggapi pertanyaan mengapa mahasiswa tidak menunggu sesi tanya jawab dan memilih melakukan aksi saat acara berlangsung, Mesa menegaskan aksi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Mahasiswa Gadjah Mada.
Menurut Mesa, sejak awal mahasiswa menilai forum tersebut tidak dirancang sebagai ruang diskusi yang kritis dan berimbang.
Mesa menilai komposisi narasumber yang seluruhnya berasal dari kalangan pejabat pemerintah berpotensi menghadirkan narasi tunggal di ruang akademik.
Ia mempertanyakan mengapa akademisi maupun pihak yang memiliki pandangan berbeda tidak dilibatkan dalam forum tersebut.
Menanggapi hal itu, Pegiat Media Sosial Ade Armando mempertanyakan siapa penyelenggara acara tersebut.
Mesa menjelaskan kegiatan itu diselenggarakan oleh Total Politik, sementara Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK UGM) hanya menyediakan lokasi acara.
Mesa menegaskan bahwa substansi kegiatan tersebut tidak serta-merta mencerminkan sikap politik UGM maupun GIK.
Ia juga menyebut tidak ada perwakilan mahasiswa yang diundang sebagai pembicara dalam forum tersebut.
Mahasiswa yang hadir, kata Mesa, hanya berstatus peserta atau penonton dan tetap harus melakukan reservasi untuk mengikuti acara.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/2-1bsPxJ2Sc
#mahasiswa #ugm #ricuh
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- ugm
- diskusi
- ricuh
- ade armando
- budiman sudjatmiko





