Ditembak Mati! Ini Sepak Terjang Komandan Operasi KKB Yahukimo

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Ditembak Mati! Ini Sepak Terjang Komandan Operasi KKB YahukimoNasional | inews | Jum'at, 19 Juni 2026 - 02:31Dengarkan Berita

DEKAI, iNews.id – Pelarian panjang seorang gembong Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua akhirnya berakhir di ujung timah panas petugas. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menembak mati pria berinisial AP alias Y alias AS, yang teridentifikasi sebagai Komandan Operasi Batalyon Muara Kali Heluk, Seng, Sulo, Baliem, Indol (HSSBI) Kodap XVI Yahukimo. 

Tindakan tegas dan terukur terpaksa dilakukan aparat lantaran DPO kelas kakap yang diburu sejak April 2026 itu nekat melawan dan melarikan diri ke dalam hutan saat akan disergap di Jalan Poros Logpon KM 7, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (17/6/2026).

Dosa dan Aksi Teror Bersenjata Komandan KKB

Berdasarkan catatan kriminal kepolisian, AP merupakan motor penggerak di balik sejumlah aksi kekerasan bersenjata yang kerap meneror warga sipil di wilayah Kabupaten Yahukimo.

Baca Juga:Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global

AP terlibat dalam penembakan dua warga sipil (28 April 2026): Berdasarkan LP/B/28/IV/2026/SPK/POLRES YAHUKIMO, pelaku diduga kuat menjadi otak penembakan terhadap Alexander Angket (luka di bahu kanan) dan Naldy Magosa (luka di paha kiri). Beruntung, kedua korban selamat setelah dievakuasi tim medis.

AP juga melakukan aksi teror Ruko Blok A Dekai (30 April 2026): Sesuai dengan laporan LP/B/29/IV/2026/SPKT, AP memberondong tembakan ke arah warga bernama Suhardin. Tembakan tersebut menghancurkan spidometer sepeda motor korban, namun tidak menimbulkan korban jiwa. 

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa pelacakan terhadap posisi pelaku bermula dari penggerebekan sebuah rumah yang diduga kuat menjadi markas sekaligus tempat singgah anggota HSSBI Kodap XVI Yahukimo di belakang Gereja Metanoia, Kota Dekai.

“Dari penggeledahan markas tersembunyi tersebut, tim gabungan TNI-Polri berhasil mengamankan satu butir amunisi tajam kaliber 5,56 mm, sejumlah senjata tajam jenis parang dan sangkur, busur dan puluhan anak panah, serta telepon genggam serta atribut perlengkapan militer KKB,” katanya, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga:Pramono Mau Bangun Ring Tinju di Kampung Melayu, Tawuran Diklaim Menurun

Di lokasi markas tersebut, petugas juga menciduk seorang pria berinisial HS (28). Kepada penyidik, HS bernyanyi dan mengakui bahwa dirinya ditugaskan menyimpan amunisi yang didapat dari salah satu anggota KKB berinisial AK. Dari mulut HS pulalah, posisi persembunyian sang komandan operasi (AP) terendus, yakni berada di sekitar Pos Kilo 6.

Berbekal informasi berharga tersebut, tim bergerak melakukan pengintaian tak jauh dari kawasan Jalan Logpon. Tak lama berselang, target AP terlihat melintas menggunakan sepeda motor.

"Saat petugas berupaya melakukan penghadangan dan memerintahkan target untuk berhenti, AP justru tidak mengindahkan perintah. Ia langsung melompat meninggalkan sepeda motornya lalu lari sekencang mungkin masuk ke dalam hutan lebat," ungkap Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Aksi kejar-kejaran sempat terjadi di dalam hutan. Karena tembakan peringatan ke udara diabaikan dan pelaku terus berupaya kabur, petugas melepaskan tembakan terukur yang mengenai tubuh pelaku. AP dinyatakan meninggal dunia di tempat dan langsung dievakuasi ke RSUD Dekai.

Dari lokasi pelarian pelaku, petugas mengamankan lima butir amunisi kaliber 5,56 mm, satu unit HP Infinix 50 Pro warna silver, serta motor yang dikendarai pelaku.

Baca Juga:Pagi Ini Gunung Dukono Erupsi Setinggi 3 Km, PVMBG Ingatkan Ancaman Abu Vulkanik

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa tindakan tegas ini menjadi bukti komitmen negara dalam melindungi warga sipil dari teror kelompok separatis bersenjata.

"Operasi penegakan hukum ini adalah bagian dari komitmen total kami demi menindak setiap pelaku tindak pidana kekerasan yang mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat di tanah Papua," tegas Irjen Faizal Ramadhani.

Senada, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Dekai untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks pasca-penembakan, serta mempercayakan penuh stabilitas keamanan kepada aparat TNI-Polri.

#papua

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Ekasekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen Berdiri di Atas Mobil Komando
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Populer, perbaikan rumah akibat gempa hingga penertiban bangunan liar
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Pertamina tambah pasokan pertalite hingga 18 persen di Jateng dan DIY
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Anggaran MBG Dinilai Terlalu Besar, BGN Siap Hitung Ulang
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
20 Ucapan Selamat HUT Jakarta ke-499 Tahun 2026, Cocok Jadi Caption Media Sosial
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.