Jakarta (ANTARA) - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Danantara Pandu Sjahrir menilai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran bakal memberikan dampak positif bagi stabilitas fiskal serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kalau kita pembacaannya, kalau ini betul sudah menemukan peace, sebenarnya bagus ya. Kita lihat dari harga minyak, kita mengharap akan ada stabilitas ekonomi yang lebih baik," kata Pandu di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam.
Menurut Pandu, kepastian perdamaian di kawasan Timur Tengah tersebut akan sangat memengaruhi pergerakan harga komoditas global, terutama minyak mentah dunia. Jika stabilitas harga minyak dapat terjaga, hal tersebut diyakini akan memperkuat postur anggaran negara.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dampak positif dari meredanya tensi geopolitik global tersebut tidak hanya berhenti pada sektor energi, melainkan juga merembet ke sektor makroekonomi secara lebih luas. Hal ini diharapkan mampu memberikan ruang gerak yang lebih aman bagi pasar domestik.
Baca juga: Konsolidasi asuransi BUMN ditargetkan tuntas pada 2026
"Tentunya juga berdampak positif kepada fiskal kita juga, dan tentunya nanti kepada perkembangan ekonomi. Jadi sebenarnya sih kita mengharap betul-betul dieksekusi dengan baik," ujar Pandu menambahkan.
Selain menyoroti isu geopolitik global, Pandu juga merespons dinamika kebijakan moneter dalam negeri terkait keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan pada hari yang sama, yaitu naik 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Ia menyatakan pihak Danantara akan tetap mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait.
Pandu menegaskan bahwa sebagai lembaga pengelola investasi, Danantara siap mendukung setiap langkah yang diambil oleh para perumus kebijakan demi menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pihaknya meyakini keputusan tersebut telah melalui kalkulasi yang matang dari sisi fiskal maupun moneter.
"Tentunya pasti support, mereka sudah memperhitungkan. Buat kami di Danantara sebagai pelaku ya kita, ya akan lakukanlah yang terbaik," ucap Pandu.
"Kalau kita pembacaannya, kalau ini betul sudah menemukan peace, sebenarnya bagus ya. Kita lihat dari harga minyak, kita mengharap akan ada stabilitas ekonomi yang lebih baik," kata Pandu di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam.
Menurut Pandu, kepastian perdamaian di kawasan Timur Tengah tersebut akan sangat memengaruhi pergerakan harga komoditas global, terutama minyak mentah dunia. Jika stabilitas harga minyak dapat terjaga, hal tersebut diyakini akan memperkuat postur anggaran negara.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dampak positif dari meredanya tensi geopolitik global tersebut tidak hanya berhenti pada sektor energi, melainkan juga merembet ke sektor makroekonomi secara lebih luas. Hal ini diharapkan mampu memberikan ruang gerak yang lebih aman bagi pasar domestik.
Baca juga: Konsolidasi asuransi BUMN ditargetkan tuntas pada 2026
"Tentunya juga berdampak positif kepada fiskal kita juga, dan tentunya nanti kepada perkembangan ekonomi. Jadi sebenarnya sih kita mengharap betul-betul dieksekusi dengan baik," ujar Pandu menambahkan.
Selain menyoroti isu geopolitik global, Pandu juga merespons dinamika kebijakan moneter dalam negeri terkait keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan pada hari yang sama, yaitu naik 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Ia menyatakan pihak Danantara akan tetap mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait.
Pandu menegaskan bahwa sebagai lembaga pengelola investasi, Danantara siap mendukung setiap langkah yang diambil oleh para perumus kebijakan demi menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pihaknya meyakini keputusan tersebut telah melalui kalkulasi yang matang dari sisi fiskal maupun moneter.
"Tentunya pasti support, mereka sudah memperhitungkan. Buat kami di Danantara sebagai pelaku ya kita, ya akan lakukanlah yang terbaik," ucap Pandu.





