Protes Pengusaha MBG Berhenti Sementara: "Tabola Bale"

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

DALAM bahasa sehari-hari masyarakat Flores, dikenal ungkapan tabola bale. Secara harfiah berarti terbolak-balik.

Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang mendadak gelisah karena situasi tidak lagi berjalan seperti yang diharapkan.

Ada rasa khawatir, ada kepanikan, ada keguncangan karena sesuatu yang selama ini dianggap aman tiba-tiba berubah.

Ungkapan itu terasa tepat untuk membaca polemik yang muncul setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Pada 18 Juni 2026, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa penghentian sementara tersebut dilakukan untuk keperluan audit, standardisasi operasional, penataan ulang tata kelola, serta pembaruan data penerima manfaat.

Menurut BGN, masa libur sekolah akan digunakan untuk memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan program sebelum kembali dijalankan.

Keputusan tersebut memunculkan beragam reaksi. Sejumlah pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian dari rantai pasok MBG menolak Surat Edaran Badan Gizi Nasional Nomor 12 Tahun 2026 yang berkaitan peniadaan program MBG selama libur sekolah.

Mereka mengkhawatirkan dampaknya terhadap dapur penyedia makanan, pemasok bahan pangan, tenaga kerja, dan berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh bersama program tersebut.

Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Bisa Jadi Bom Waktu Korupsi seperti MBG

Kompas.com pada 18 Juni 2026 mengutip tanggapan BGN atas protes itu. Agustina Arumsari menyatakan bahwa tidak ada kebijakan yang bisa menyenangkan semua pihak.

Pernyataan tersebut memperlihatkan satu hal. Dalam waktu yang relatif singkat, MBG telah berkembang menjadi lebih dari sekadar program pemenuhan gizi. Di sekelilingnya tumbuh jaringan kepentingan yang luas.

Ada petani, peternak, pemasok bahan pangan, pengelola dapur, pelaku UMKM, hingga berbagai pihak lain yang memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan program ini.

Kehadiran dampak ekonomi tentu bukan sesuatu yang buruk. Program pemerintah memang sering menghasilkan efek berganda yang menggerakkan sektor lain.

Namun, tujuan utama MBG tetap tidak berubah, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi sasaran program.

Karena itu, penghentian sementara MBG selama libur sekolah perlu dibaca dalam konteks yang lebih luas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kebijakan tersebut tidak lahir dalam ruang hampa. Selama berbulan-bulan, MBG menjadi sasaran kritik dari berbagai kelompok masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Top Skor Piala Dunia 2026: Persaingan Sepatu Emas Memanas, Jonathan David Samai Lionel Messi di Puncak
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Mitra SPPG Tolak Tak Dapat Insentif saat Libur Sekolah, Wakil Kepala BGN: No Service No Pay!
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
PLN Akan Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Berlari di Tengah Udara Jakarta, Amankah?
• 5 jam lalukompas.id
thumb
SPPG tidak akan Terima Insentif Rp6 Juta Per Hari Selama Masa Libur Sekolah
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.