AS Resmi Cabut Blokade Maritim Iran, tapi Kapal AL Tetap Berjaga

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pencabutan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim Iran. Meski demikian, kapal-kapal Angkatan Laut AS tetap berjaga di kawasan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh U.S. Central Command (CENTCOM), komando tempur utama militer Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, Kamis (18/6) waktu setempat atau Jumat WIB.

"Pada hari ini, pasukan Amerika Serikat mencabut blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran, sesuai arahan Presiden. Pasukan AS tidak lagi menghalangi pelayaran kapal menuju atau meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Iran. Seluruh upaya penegakan blokade militer AS telah dihentikan,” kata CENTCOM di akun medsosnya.

“Kapal-kapal Angkatan Laut kami yang hebat akan tetap berada di kawasan tersebut untuk memastikan bahwa seluruh aspek perjanjian dipatuhi, dijalankan, dan tetap berlaku sepenuhnya,” lanjutnya.

Pencabutan blokade maritim Iran tercantum pada poin keempat MoU gencatan senjata/perdamaian AS-Iran yang diteken secara virtual pada Rabu (17/6) waktu AS.

Dikutip dari Al Jazeera, poin empat itu berbunyi:

Segera setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini, Amerika Serikat akan mulai mencabut blokade angkatan lautnya serta segala gangguan atau hambatan terhadap Republik Islam Iran, dan akan sepenuhnya mengakhiri blokade laut tersebut dalam waktu 30 hari.

Selama periode ini, lalu lintas kapal akan dilakukan secara proporsional seiring dengan pemulihan jumlah pelayaran ke tingkat sebelum perang oleh Republik Islam Iran.

Amerika Serikat juga berkomitmen untuk menarik pasukannya dari wilayah yang berdekatan dengan Republik Islam Iran dalam waktu 30 hari setelah tercapainya perjanjian final.

Pernyataan Wapres AS dan Iran

Al Jazeera juga melaporkan, Wakil Presiden JD Vance mengatakan dalam konferensi pers di Gedung Putih bahwa 12,5 juta barel minyak telah melintasi Selat Hormuz pada Rabu (17/6) waktu setempat, setelah Angkatan Laut AS mengizinkan "lebih dari selusin kapal" melewati blokade yang diberlakukan AS.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataannya pada Kamis (18/6) menyebut bahwa Otoritas Selat Teluk Persia Iran akan memfasilitasi pemberian izin secara cepat bagi kapal-kapal yang ingin melintasi selat tersebut.

Selain itu, langkah-langkah juga akan diambil untuk membersihkan ranjau yang dipasang di jalur pelayaran itu selama perang.

Televisi pemerintah Iran mengutip pernyataan tersebut yang menyebutkan bahwa "tidak akan dipungut biaya apa pun" selama masa negosiasi 60 hari.

Namun, kapal-kapal yang ingin melintasi selat itu "harus mengajukan permohonan" kepada sebuah badan pemerintah baru yang dibentuk untuk tujuan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demo di DPR, Mahasiswa Tuntut Kesejahteraan Guru Honorer & Tolak Pemborosan Negara
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Roy Suryo Ditangkap, Kuasa Hukum Sebut Bakal Ajukan Penangguhan Penahanan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Balita di Maros Terbakar saat Ditinggal Ayahnya Nobar Piala Dunia
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
BGN Berbenah, Pengusaha MBG Protes: Siapa yang Sebenarnya Kelaparan?
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Dukung Mobilitas Ramah Lingkungan, MPMRent Tambah Armada Kendaraan Listrik
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.