Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menduga program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan “jebakan politik” yang ditinggalkan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) untuk Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Pangi, anggaran MBG yang mencapai Rp1,2 triliun per hari membuat pemerintah harus mengorbankan layanan dasar lain, sekaligus mendistraksi fokus Prabowo.
"Nah, sekarang yang terjadi kejebakan Bang Refly. MBG ini memang proyek yang begitu luar biasa — anggaran yang besar, super power lah anggarannya ya kan, tanpa batas kan," ungkap Pangi dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Jumat (19/6).
"Cuma kan mengorbankan layanan dasar lainnya dan hari ini mendistraksi Presiden Prabowo secara tidak langsung — jebakan gitu," imbuhnya.
Ia mengingatkan bahwa Jokowi-lah yang melantik Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada 19 Agustus 2024. Kini Dadan sudah dicopot dan menjadi tersangka kasus korupsi MBG.
Selain itu, Pangi menyinggung peran mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang diduga ikut menyiapkan anggaran MBG melalui pemotongan fiskal daerah.
Baca Juga: Daftar Makin Panjang! 41 Nama Besar Disebut dalam Kasus MBG
"MBG ini kan juga pendulunya Presiden Jokowi nih yang melantik BGN itu. Settingannya juga sudah disiapkan mungkin dari era Jokowi juga — termasuk kemarin pemotongan fiskal itu, transfer daerah itu — disiapkan di era Jokowi juga dugaan saya. Karena Menteri Sri Mulyani," jelas Pangi.
Pangi menilai, warisan kebijakan tersebut kini menjadi beban besar bagi pemerintahan Prabowo. "Nah, sisa-sisa itu kemudian hari ini membebani, membuat citra Presiden Prabowo tidak baik karena kena jebakan gitu," pungkasnya.





