Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance tidak lagi akan berangkat ke Swiss seperti yang direncanakan sebelumnya untuk penandatanganan nota kesepahaman dengan Iran.
Pihak juru bicara Gedung Putih beralasan bahwa logistik yang belum terselesaikan seputar fase negosiasi selanjutnya.
“Seperti yang dikatakan Wakil Presiden pada konferensi persnya, rencana untuk pembicaraan teknis yang akan datang belum final, dan delegasi AS telah siap untuk berangkat pada kesempatan pertama yang tersedia. Tetapi logistik negosiasi ini tidak pernah sederhana atau dapat diprediksi,” kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CNN, Jumat 19 Juni 2026.
“Saat ini Wakil Presiden tidak akan berangkat malam ini. Kami akan memberi tahu Anda segera setelah kami memiliki informasi terbaru yang konkret tentang langkah selanjutnya. Kami berharap dapat memulai pembicaraan teknis sesegera mungkin,” tambah juru bicara tersebut.
Vance dijadwalkan untuk berangkat ke Swiss untuk upacara penandatanganan resmi nota kesepahaman pada Jumat.
Sebelumnya pada Kamis, wakil presiden mengatakan ia bermaksud untuk pergi ke Swiss untuk penandatanganan perjanjian secara langsung, meskipun ia mengakui waktunya masih belum pasti.
Vance menambahkan bahwa negosiasi teknis yang bertujuan untuk menyelesaikan perjanjian tersebut diperkirakan akan dimulai akhir pekan ini dan mengatakan bahwa dia "pasti berencana" untuk memimpin tim negosiasi AS.
Presiden Donald Trump pun sudah menandatangani MoU itu di sela KTT G7 di Prancis. Sementara Presiden Iran Massoud Pezeshkian sudah menandatanganinya secara digital.




