Bisnis.com, JAKARTA – Rangkaian pembagian dividen PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) akan memasuki periode cum dividen.
Berdasarkan jadwal, cum dividen pembagian dividen Antam 2026 di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada Jumat (19/6/2026).
Selanjutnya, cum dividen di pasar tunai jatuh pada 23 Juni 2026 yang juga bersamaan dengan jadwal recording date.
Dengan demikian, para pemegang saham ANTM yang berhak akan menerima pembayaran pada 10 Juli 2026.
Diberitakan Bisnis sebelumnya, Direktur Utama Antam Untung Budiharto menjelaskan RUPS Antam menyetujui pembagian dividen Rp5,04 triliun, atau 70% dari laba bersih tahun buku 2025.
“Sementara itu, sebesar Rp2,16 triliun atau 30% ditetapkan sebagai saldo laba ditahan,” ujar Untung, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga
- Damai AS-Iran jadi Momentum Berkilau Saham Komoditas ADRO-ANTM Cs
- PTBA & ANTM Masih Royal
- Cek Dividen dari BUMN Tambang ANTM, PTBA, hingga TINS
Dia menuturkan saldo laba ditahan ini digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, serta pelaksanaan berbagai proyek strategis perseroan ke depan.
Untung juga menuturkan keputusan pembagian dividen tersebut didukung oleh kinerja operasional dan keuangan Antam yang mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah perseroan.
Pada tahun 2025, Antam membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya.
ANTM juga mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh sebesar 106% dibandingkan capaian tahun 2024.
Berdasarkan rekam jejaknya, Antam dikenal sebagai emiten yang loyal dalam membagikan laba kepada pemegang saham.
Sejak 2019, perusahaan tak pernah absen menebar dividen dengan rasio pembayaran yang cenderung menanjak.
Pada tahun buku 2019 dan 2020, emiten pertambangan logam pelat merah ini menetapkan dividend payout ratio (DPR) sebesar 35%. Rasio ini kemudian meningkat menjadi 50% untuk laba tahun buku 2021 dan 2022.
Puncaknya terjadi pada tahun buku 2023 dan 2024. Antam tercatat menyepakati rasio pembayaran dividen sebesar 100% dari total laba bersih.
Besaran dividen yang royal tersebut juga memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan negara melalui setoran ke MIND ID.
Pada tahun buku lalu saja, Antam menyetorkan sekitar Rp2,36 triliun kepada induk holding tambang tersebut, sesuai dengan porsi kepemilikan saham MIND ID sebesar 65%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




