Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Red String Theory atau lebih dikenal dengan teori benang merah menjadi fenomena baru yag melekat pada orang-orang yang memang ditakdirkan bertemu dengan bantuan alam semesta. 

Seakan hampir berjodoh, ternyata Red String Theory juga terjadi pada Timnas Indonesia dan Piala Dunia. Dari mulai Belanda sebagai timnas pusat hingga nasib buruk menimpa lawan Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia. 

Sudah bukan rahasia lagi jika Belanda sering disebut timnas pusat oleh suporter Timnas Indonesia. 

Hal ini karena Belanda memberikan banyak pemain keturunan yang berkontribusi pada negara jajahannya, seperti Indonesia, Curacao dan Tanjung Verde. 

Bahkan di antara empat negara tersebut, hanya Timnas Indonesia yang gagal merumput di Piala Dunia 2026.

Total 67 pemain kelahiran Belanda tampil di Piala Dunia, baik dari Timnas Belanda, Curacao dan Tanjung Verde. Menariknya, jumlah pemain tersebut bisa bertambah jika Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia mengingat ekspansi pemain keturunan Belanda-Indonesia pada beberapa tahun terakhir. 

Menjadi kebetulan yang sempurna, ternyata baik itu timnas pusat, timnas cabang hingga lawan Timnas Indonesia yang akhirnya tampil di Piala Dunia pun bisa dikaitkan dengan teori asal Tiongkok ini. 

Timnas Indonesia yang saat itu disebut Hindia Belanda tampil di Piala Dunia 1938
Sumber :
  • FIFA

Sebelum membahas Piala Dunia edisi 2026, Timnas Indonesia sebenarnya telah lebih dahulu memiliki titel sebagai negara Asia pertama yang merumput di Piala Dunia dengan nama Hindia Belanda pada edisi 1938 setelah Jepang memutuskan untuk mundur. 

Hindia Belanda saat itu dilatih oleh Johannes van Mastenbroek dengan pemain gabungan dari keturunan Belanda, Tionghoa dan pribumi.

Belanda sebenarnya telah lebih dahulu debut di Piala Dunia, tepatnya pada edisi 1934. Menariknya, jauh sebelum debut Piala Dunia, Belanda juga diperkuat oleh pemain keturunan Indonesia. 

Dilansir dari laman Sport Gescheindenis, sebelum Perang Dunia pertama pecah, Belanda memainkan tiga pertandingan dengan tujuh pemain yang lahir di Hindia Belanda. 

"Artinya, lebih dari 60 persen dari seluruh skuad mendominasi dalam pertandingan melawan Inggris (12 April 1909), melawan Jerman (17 November 1912) dan melawan Belgia (9 Maret 1913) dibela oleh pemain kelahiran Hindia Belanda," tulis laporan tersebut. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Damai AS-Iran: Perang Berakhir, Babak Baru Timur Tengah Dimulai
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Putin: Rusia-ASEAN dukung sistem tatanan dunia yang adil
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
BP BUMN Cabut Aturan Denda Rp100 Juta Calon Manajer KopDes Merah Putih
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Balita Tewas Dirudapaksa Ayah Kandung di Kolaka, Pengakuan Pelaku Bikin Syok
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Demam Piala Dunia 2026, Bea Cukai Hong Kong Justru Sita Barang-barang Palsu Ini, Nilainya Tembus 20 Juta Dolar
• 23 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.