Jelang MotoGP 2026, Pemerintah Ungkap Dampak Ekonomi Rp 4,96 T dari Mandalika

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Ajang balap motor kelas dunia MotoGP di Mandalika International Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan pengembangan kawasan. Pada penyelenggaraan tahun 2025, MotoGP Mandalika menghasilkan dampak ekonomi Rp 4,96 triliun.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang olahraga, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ini tidak hanya sekedar event olahraga biasa. Justru ini adalah instrumen strategis kita untuk mendorong perekonomian," ujar Susiwijono dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat (19/6).

Kontribusi tersebut berasal dari peningkatan kunjungan wisatawan, pergerakan sektor transportasi dan akomodasi, perdagangan, serta berbagai aktivitas usaha yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

Dampak ekonomi tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat di Nusa Tenggara Barat. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan penyelenggaraan MotoGP telah memberikan manfaat ekonomi yang luas, termasuk melalui keterlibatan lebih dari 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam berbagai aktivitas pendukung acara.

“Kehadiran MotoGP juga semakin memperkuat daya tarik Mandalika dan destinasi wisata lainnya di Nusa Tenggara Barat, sekaligus membuka peluang investasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan,” katanya.

Nilai Tambah Sport Tourism

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati menambahkan sport tourism telah berkembang menjadi industri yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan. 

“Selain menghasilkan dampak ekonomi hingga triliunan rupiah, penyelenggaraan MotoGP juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem pariwisata dan olahraga yang berkelanjutan,” katanya.

Menjelang gelaran MotoGP 2026, pemerintah mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober mendatang. 

Menurut Susiwijono, keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP selama lima tahun berturut-turut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga kelas dunia.

"Penyelenggaraan event ini menunjukkan kepercayaan dunia internasional. Tidak semua negara yang mampu bayar juga dipercaya menyelenggarakan event, itu kuncinya," kata Susiwijono.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan sport tourism dan sport industry sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

"Kita percaya dalam mendorong sport tourism dan sport industry, yang salah satunya bagaimana berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat, kita semua spending sama-sama untuk pertumbuhan daripada ekonomi," ujar Erick.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto menambahkan, antusiasme komunitas otomotif nasional terhadap MotoGP terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain mendorong geliat industri otomotif dan modifikasi dalam negeri, ajang tersebut juga menjadi sarana penting untuk menumbuhkan talenta-talenta muda Indonesia di dunia balap internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fantastis! Dari Bisnis hingga Jadi BA, Ini Sumber Cuan Jennifer Coppen di Balik Pernikahan Mewah Rp6 Miliar
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
ASR Festival 2026 Hadirkan Cara Baru Menikmati Liburan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Tangkap 119 Orang saat Eksekusi Hotel Sultan Ricuh
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kiki Moka Akan Hadirkan Koktail Unik Rasa Onde-onde di ZERU Sky Terrace
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
BGN Tegaskan SPPG Tak Dapat Insentif saat MBG Libur: No Service, No Pay
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.