Juru parkir perempuan bernama Kusmiyanti (65) yang menggagalkan perampokan Rp 3,6 miliar di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, dihadiahi umrah oleh Kliwon Alwawan. Ia merupakan pemilik uang yang menjadi korban perampokan.
Kliwon bersama istrinya mendatangi langsung kediaman Kusmiyanti. Di rumah sederhana itu, pertemuan ketiganya tampak begitu hangat. Di tengah perbincangan, Kliwon mengajak Kusmiyanti umrah ke Tanah Suci.
"Saya ingin mengajak Ibu melihat Baitullah. Kita berangkat umrah, Bu," kata Kliwon, disambut haru orang-orang yang mengikuti pertemuan itu.
Kusmiah tampak meneteskan air mata, tangisnya pecah. Rasa syukur begitu dalam tampak terpancar dari wajahnya. Ia tak menyangka panggilan ke Tanah Suci datang sore itu, Kamis (18/7).
"Saya orang tidak punya, ini seperti mimpi. Saya tidak menyangka akan diajak umrah," bisiknya dengan suara serak, menyeka air mata dengan ujung jilbabnya yang mulai pudar warnanya.
Bagi masyarakat yang kerap melintas di kawasan Jalan Ahmad Yani, pusat Kota Brebes, sosok Kusmiah bukanlah wajah asing.
Sudah lebih dari 30 tahun ia menjadi juru parkir. Suaminya sudah lama meninggal. Ia menjadi tulang punggung keluarga, memenuhi kebutuhan hidup anaknya yang berkebutuhan khusus.
Namun, sejak belahan jiwanya itu wafat beberapa tahun lalu, Kusmiah dipaksa keadaan untuk berdiri kokoh sendirian menjadi tulang punggung keluarga.
Pemilik Uang Sampaikan Terima KasihKliwon meluruskan narasi yang beredar terkait uang Rp 100 ribu yang diberikannya di awal peristiwa itu.
Ia mengatakan, saat itu ia mengalami syok berat. Ia belum bisa berpikir jernih. Perampokan itu membuatnya trauma hingga saat ini.
"Saat setelah kejadian itu, saya berada dalam kondisi syok berat, panik, dan gemetar. Jangankan berpikir jernih, berbicara pun saya tidak bisa," ucap Kliwon.
Uang Rp 100 ribu yang disodorkan saat itu adalah reaksi spontan dari seseorang yang kehilangan kesadaran ruang akibat trauma akut, bukan penilaian atas jasa Kusmiah.
Begitu kesadarannya pulih sehari kemudian, Kliwon langsung memerintahkan adiknya untuk melacak alamat rumah sang juru parkir lansia.
"Bukan karena nominal uangnya yang berhasil diselamatkan. Saya dan keluarga merasa ditolong dengan sangat ikhlas. Bu Kusmiah tidak mengenal kami, tapi beliau berani mengambil risiko nyawa demi membantu orang lain," beber Kliwon.
Pertemuan sore itu disaksikan langsung oleh Kepala Desa Bojong, Tasdik, beserta perangkat desa.





