JAKARTA – Kedatangan Donald Trump dalam kunjungan resminya ke Beijing bulan lalu memproyeksikan citra kedisiplinan dan kendali protokol yang tinggi, mulai dari upacara kenegaraan hingga pengamanan rute jalan secara ketat. Di balik agenda diplomasi formal tersebut, otoritas keamanan setempat juga menjalankan prosedur pengamanan domestik yang intensif.
Sejumlah laporan menyebutkan adanya pembatasan pergerakan di rumah bagi beberapa aktivis, imbauan penundaan pengajuan keluhan bagi para pemohon petisi, serta peringatan kepada sejumlah figur publik untuk membatasi komunikasi dengan media asing maupun aktivitas di platform digital selama kunjungan berlangsung.
Ketika perhatian publik internasional terfokus pada pertemuan tingkat tinggi antara Donald Trump dan Xi Jinping, aparat keamanan China fokus memastikan situasi domestik berjalan kondusif demi menjaga narasi stabilitas nasional yang telah direncanakan.
Menurut laporan yang dihimpun oleh The Epoch Times serta sejumlah unggahan di platform media sosial luar negeri, otoritas keamanan meningkatkan pengawasan dan pembatasan pergerakan terhadap kelompok kritis, pemohon petisi, dan aktivis kemanusiaan pada hari-hari menjelang kunjungan tersebut.
Langkah-langkah seperti pemantauan wilayah, pembatasan perjalanan sementara, dan pengetatan pengawasan akses internet dipandang oleh sejumlah pengamat sebagai prosedur standar operasional (SOP) "pemeliharaan stabilitas" (weiwen) yang biasa diterapkan Pemerintah China saat menyelenggarakan acara internasional berskala besar.
Bagi pihak-pihak yang terdampak, kebijakan ini menegaskan pola kontrol sosial dan politik yang terintegrasi di China, di mana agenda kunjungan delegasi asing sering kali diikuti dengan peningkatan eskalasi pengamanan internal.
Pembatasan Aktivitas Komunikasi Tokoh Kritis
Dilansir PML Daily, Jumat (19/6/2026), sejak pesawat kepresidenan mendarat di Beijing pada 13 Mei 2026, otoritas bergerak cepat guna mengantisipasi potensi gangguan atau ekspresi kritik di ruang publik yang dapat memengaruhi jalannya diplomasi.
Beberapa aktivis melaporkan bahwa petugas keamanan setempat mendatangi mereka secara langsung untuk menyampaikan imbauan agar tidak berkomunikasi dengan media internasional atau mengunggah komentar bermuatan politik secara daring.
Salah satunya adalah Gao Yu, seorang jurnalis senior di Beijing. Melalui unggahan di akun X pribadinya, Gao menyatakan bahwa petugas keamanan mendatangi kediamannya pada hari kedatangan Trump dan memintanya untuk menangguhkan aktivitas di media sosial. Ia juga diinformasikan akan berada di bawah pengawasan pergerakan selama beberapa hari, serupa dengan prosedur yang diterapkan pada kunjungan presiden AS sebelumnya.




