Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi potensi benturan dengan kendaraan atau objek yang berada di depan mobil, dikutip dari situs resmi Mitsubishi. Ketika sistem mendeteksi risiko tabrakan, FCM akan memberikan peringatan kepada pengemudi dan dapat melakukan pengereman otomatis apabila tidak ada respons yang diberikan.
Secara fungsi, Forward Collision Mitigation bekerja sebagai sistem keselamatan aktif yang memanfaatkan kombinasi sensor radar dan kamera yang terpasang di bagian depan kendaraan. Sensor tersebut terus memantau kondisi jalan dan pergerakan objek di depan mobil secara real-time.
Ketika sistem mendeteksi jarak kendaraan yang terlalu dekat dan berpotensi menyebabkan tabrakan, FCM akan memberikan peringatan visual melalui panel instrumen serta peringatan suara agar pengemudi segera mengambil tindakan. Baca Juga:
Cek Daftar Harga Mobil PHEV per Juni 2026
Apabila pengemudi tidak melakukan pengereman atau manuver untuk menghindari tabrakan, sistem akan mengaktifkan rem secara otomatis. Tindakan pengereman yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat risiko yang terdeteksi untuk membantu mengurangi kecepatan kendaraan atau menghentikannya.
Dalam kondisi tertentu, meskipun benturan tidak dapat dihindari sepenuhnya, FCM tetap berfungsi untuk meminimalkan tingkat keparahan tabrakan melalui pengurangan kecepatan kendaraan sebelum terjadi benturan.
Kehadiran teknologi ini dinilai bermanfaat dalam berbagai situasi berkendara sehari-hari. FCM dapat membantu pengemudi saat menghadapi lalu lintas padat dengan kondisi stop and go, berkendara di area perkotaan dengan jarak kendaraan yang rapat, maupun ketika respons pengemudi berkurang akibat kelelahan.
Selain meningkatkan keamanan, fitur tersebut juga memberikan lapisan perlindungan tambahan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri saat berkendara.
Mitsubishi Motors menyematkan teknologi FCM pada sejumlah model kendaraan penumpangnya. Fitur ini tersedia sebagai bagian dari sistem keselamatan Diamond Sense maupun sebagai fitur mandiri pada beberapa model tertentu. Baca Juga:
Intip Diskon Motor Listrik Honda di PRJ 2026
Beberapa model yang telah dilengkapi teknologi Forward Collision Mitigation antara lain Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate, Xpander Ultimate, Xpander Cross, Xforce, serta Destinator.
Meski menawarkan teknologi yang canggih, FCM tetap memiliki sejumlah batasan yang perlu dipahami pengguna. Sistem ini bekerja optimal pada rentang kecepatan tertentu yang dapat berbeda pada setiap model kendaraan.
Selain itu, kinerja sensor dapat terpengaruh oleh kondisi cuaca seperti hujan deras, kabut tebal, atau ketika radar dan kamera tertutup kotoran. Sistem juga memiliki keterbatasan dalam mendeteksi objek yang sangat kecil, diam sepenuhnya, atau bergerak dengan pola yang tidak biasa.
Karena itu, FCM tidak dirancang untuk menggantikan peran pengemudi. Pengguna kendaraan tetap diwajibkan menjaga jarak aman, berkonsentrasi penuh saat berkendara, serta mengendalikan kendaraan dengan baik.
Dengan kombinasi sensor pintar, sistem peringatan dini, dan fitur pengereman otomatis, Forward Collision Mitigation menjadi salah satu teknologi keselamatan yang membantu mengurangi risiko kecelakaan di jalan. Namun, efektivitas fitur ini tetap harus didukung oleh kesadaran dan kewaspadaan pengemudi dalam setiap perjalanan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




