Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan Panda Bond telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan bank sentral di China.
Menkeu mengklaim, dirinya telah mengamankan dukungan yang kuat dari People’s Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond di negeri Tirai Bambu itu.
Hasil ini didapat setelah dua hari kunjungan di Beijing, Purbaya bertemu Kementerian Keuangan China, PBOC, AIIB, dan para investor untuk memperluas akses pembiayaan serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia
“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya di Beijing, China, Jumat (19/5/2026).
Lebih rinci, hasil kunjungan adalah dukungan penuh Pemerintah China terhadap rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan domestik China. Menurutnya, Kementerian Keuangan China maupun PBOC menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung proses penerbitan surat utang tersebut.
“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan, mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” kata Menkeu.
Lebih lanjut Menkeu menyampaikan bahwa penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional, agar tidak bergantung pada satu mata uang atau satu pasar keuangan tertentu.
“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China,” ujarnya.
Menkeu menambahkan dukungan yang diberikan China mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
“Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Panda Bond adalah obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar domestik Tiongkok.
Penerbitan Panda Bond dinilai menjadi strategi penting untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan sekaligus menekan biaya utang negara. Selain itu, langkah ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok, yang selama ini menjadi mitra dagang utama.(lea/bil/ipg)




